Unismuh Makassar Siapkan Program Kerja Strategis, Dorong Mutu dan Daya Saing Global

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 20 Juli 2026 - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memulai persiapan intensif untuk menyusun program kerja akademik tahun 2026-2027. Proses ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Rapat Kerja (Raker) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Pertemuan pra-Raker telah dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar. Acara ini dihadiri oleh jajaran rektorat, pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pimpinan badan, lembaga, direktorat, dan pusat di lingkungan Unismuh Makassar. Rapat dipandu oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., yang akrab disapa Prof. Andis.
Sebelum memasuki agenda inti, pertemuan diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi. Dalam ceramahnya, Dr. Mawardi mengingatkan bahwa bekerja tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas, melainkan juga merupakan bagian dari amal ibadah yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan. “Bekerja dan beramal harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesabaran. Kesungguhan dan kesabaran itu hanya bisa dilakukan dengan keikhlasan,” tegasnya. Pesan ini menjadi landasan bagi para peserta dalam merumuskan program kerja sebagai upaya kolektif untuk memajukan universitas.
Menyatukan Arah Pengembangan Unismuh
Rektor Unismuh Makassar, Dr.Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menjelaskan bahwa tim pra-Raker telah merampungkan rancangan format program kerja untuk tahun akademik 2026-2027. Rancangan ini akan menjadi panduan awal bagi seluruh unit kerja, termasuk fakultas, program studi, dan lembaga, sebelum dibahas lebih lanjut dalam Raker mendatang.
Rektor Rakhim menegaskan pentingnya penyusunan program kerja yang komprehensif, dengan mempertimbangkan kebutuhan universitas secara menyeluruh. Meskipun setiap unit memiliki keleluasaan untuk mengembangkan ide sesuai bidangnya, seluruh program harus selaras dengan visi besar pengembangan Unismuh Makassar. Ia berharap program yang disusun tidak hanya menjadi daftar kegiatan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pedoman operasional universitas selama satu tahun ke depan.
Lebih lanjut, Dr. Rakhim mendorong agar program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, kemajuan mahasiswa, akreditasi, dan penguatan reputasi institusi mendapat prioritas. Kolaborasi antar-fakultas, lintas program studi, serta kerja sama dengan berbagai mitra juga ditekankan sebagai kunci implementasi program yang efektif. Melalui perencanaan yang terpadu, diharapkan keputusan yang dihasilkan akan mencerminkan kebutuhan institusi dan menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
Mutu Menjadi Budaya Keseharian
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, M.Si., memaparkan detail format program kerja yang akan diterapkan di seluruh unit. Ia menekankan bahwa setiap program kerja harus memiliki arah dan tujuan yang jelas, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan tata kelola, mutu pendidikan, akreditasi, dan daya saing universitas. “Supaya betul-betul linier antara akreditasi dengan program kerja,” ujarnya.
Dr. Burhanuddin menambahkan bahwa konsep mutu tidak boleh dimaknai sekadar pemenuhan dokumen atau persyaratan penilaian. Mutu harus diinternalisasi sebagai budaya dalam setiap aspek operasional, mulai dari pelayanan akademik, proses pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengelolaan program studi, hingga kebiasaan melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas.
Memperluas Pengalaman Mahasiswa
Salah satu prioritas utama dalam penyusunan program kerja adalah memperluas dan memperkaya pengalaman akademik serta profesional mahasiswa. Program studi didorong untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi profesi, program pertukaran mahasiswa, magang, kegiatan di luar kampus, serta program berskala nasional dan internasional.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat lebih aktif terlibat dalam penelitian bersama dosen, penulisan artikel ilmiah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, serta pengajuan kekayaan intelektual. Dr. Burhanuddin menggarisbawahi bahwa kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa merupakan fondasi penting untuk membangun budaya akademik yang kokoh.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang akan memperkaya kemampuan, memperluas jaringan, dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Program seperti pertukaran pelajar, magang internasional, penelitian kolaboratif, pendampingan publikasi, dan pengembangan paten disebut sebagai beberapa kegiatan yang perlu diperkuat di tingkat program studi.
Pertemuan pra-Raker ini akan dilanjutkan dengan forum pembahasan yang lebih mendalam. Format program kerja yang telah diperkenalkan akan disempurnakan dan didistribusikan ke seluruh unit. Hasil penyusunan dari masing-masing unit selanjutnya akan menjadi materi utama dalam Raker Unismuh Makassar pada awal Agustus 2026.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





