Unismuh Makassar Rayakan Milad ke-63, PP Muhammadiyah Ingatkan Peran Strategis

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperingati Milad ke-63 tahun, menandai perjalanan panjangnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas dedikasi para pendahulu Muhammadiyah di Celebes, Sulawesi Selatan, dalam membangun peradaban melalui pendidikan.
Dalam Sidang Senat sekaligus Milad ke-63 Unismuh Makassar yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar pada Jumat (20/6), Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menyampaikan apresiasinya. Irwan Akib mengingatkan bahwa Unismuh Makassar diresmikan pada 19 Juni 1963, sebuah tanggal yang menjadi tonggak cita-cita besar para pendahulu Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
"Perjuangan para pendahulu begitu luar biasa, tak hanya materi tapi juga tenaga, sampai air mata dicurahkan untuk membangun peradaban maju dengan peresmian Unismuh Makassar," ujar Irwan Akib. Ia menekankan pentingnya generasi penerus untuk meneladani semangat tersebut.
"Oleh karena itu kita semua sebagai penerus, pelanjut dari para tokoh kita itu tentu kita juga harus menghadirkan ketulusan, menghadirkan keikhlasan di dalam mengemban amanah sebagai penerus cita-cita," tambahnya, menyerukan agar amanah ini diemban dengan penuh dedikasi.
Sejak berdiri pada 1963, Unismuh Makassar telah berkembang pesat. Namanya kini tak hanya dikenal di bumi Celebes, tetapi juga telah merambah kancah internasional. Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA), Unismuh Makassar berhasil masuk dalam 10 besar. Bahkan, universitas ini menduduki peringkat kedua sebagai PTMA dengan program spesialis.
Meskipun demikian, Irwan Akib berpesan agar kemajuan yang telah diraih Unismuh Makassar tidak berhenti pada institusi itu sendiri. "Kemajuan yang diraih oleh Unismuh Makassar ini harus berdampak ke Persyarikatan. Artinya jangan hanya Unismuh sendiri yang maju, tapi Muhammadiyah juga harus lebih maju," pungkasnya, menegaskan pentingnya sinergi antara amal usaha dan Persyarikatan secara keseluruhan.





