Unismuh Makassar Pertahankan Predikat PTS Terbaik Indonesia Timur Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Timur dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Pada pemeringkatan tahun ini, Unismuh juga mencatat kenaikan ke kelompok peringkat dunia 801-1000, setelah tahun sebelumnya berada pada rentang 1001-1500.
Capaian tersebut menempatkan Unismuh tepat di bawah Universitas Hasanuddin untuk kawasan Indonesia Timur secara umum. Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Unismuh menempati peringkat ketiga nasional, di bawah Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berada pada kelompok 401-600 dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada kelompok 601-800.
Peningkatan peringkat ini tidak berdiri sendiri. Unismuh juga mencatat perbaikan pada sejumlah indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi dasar penilaian dalam pemeringkatan tersebut. Salah satu lonjakan paling menonjol terlihat pada SDG 2, Zero Hunger, yang naik dari kelompok 401-600 menjadi 101-200.
Kenaikan serupa terjadi pada SDG 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 16 mengenai perdamaian dan kelembagaan yang kuat, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan. Sementara itu, Unismuh tetap bertahan pada posisi 401-600 untuk SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, yang mencerminkan konsistensi kampus dalam menjaga mutu pembelajaran dan penguatan kapasitas akademik.
Pada pemeringkatan 2026, Unismuh juga tercatat pada sebelas SDGs baru. Beberapa di antaranya ialah SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan pada posisi 201-300, SDG 1 tentang tanpa kemiskinan pada posisi 301-400, dan SDG 12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab pada posisi 301-400. Ketercatatan itu menunjukkan ekspansi kontribusi Unismuh pada isu pembangunan yang lebih luas.
Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, M.T., menilai peningkatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Menurutnya, pemeringkatan internasional bukan hanya perkara angka, tetapi cerminan apakah pendidikan, riset, pengabdian, tata kelola, dan kemitraan kampus benar-benar menghasilkan dampak bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa reputasi global harus dibangun di atas kontribusi nyata, bukan sekadar pencitraan administratif. Karena itu, Unismuh akan terus mengarahkan pengembangan kelembagaan pada program yang berdampak, relevan dengan kebutuhan zaman, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui data kinerja yang jelas.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, M.Si., melihat capaian ini juga sejalan dengan arah indikator kinerja perguruan tinggi yang menuntut kampus hadir memberi solusi atas persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kemitraan. Ia menekankan pentingnya budaya mutu, kolaborasi lintas unit, internasionalisasi, serta dokumentasi berbasis data agar setiap program universitas terukur hasilnya.
Apresiasi juga datang dari Unismuh Global Excellence Center (UGEC), unit yang mengawal pemeringkatan internasional kampus. Prof Hartono Bancong, Ph.D., menyebut hasil tahun 2026 sebagai energi baru untuk meningkatkan daya saing dan reputasi global. Sementara itu, Ketua Divisi Pemeringkatan UGEC, Ardiana, menegaskan bahwa kontribusi terhadap SDGs harus ditopang oleh evidence yang rapi, valid, dan sesuai standar pemeringkatan internasional.
Dengan capaian overall 801-1000 dan keterlibatan pada 17 SDGs, Unismuh Makassar memperlihatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur mampu bersaing pada panggung global. Hasil ini sekaligus memperkuat posisi Unismuh sebagai kampus berkemajuan yang terus memperluas dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat dan agenda pembangunan berkelanjutan.





