Tuntunan Amalan Pasca Pemakaman Jenazah Berdasarkan Sunnah Nabi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, YOGYAKARTA - umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan beberapa amalan sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bagi yang telah berpulang. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui publikasi Tanya Jawab Agama jilid II, menjelaskan secara rinci amalan-amalan yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Nabi Muhammad saw.
Salah satu amalan utama yang disunahkan adalah mendoakan jenazah. Berdasarkan riwayat dari Abu Dawud, Nabi Muhammad saw. menganjurkan para sahabat untuk memohonkan ampunan dan keteguhan hati bagi jenazah setelah selesai dikuburkan.
ุนููู ุนูุซูู
ูุงูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูุฐูุง ููุฑูุบู ู
ููู ุฏููููู ุงููู
ููููุชู ูููููู ุนููููููู ููููุงูู: ุงูุณูุชูุบูููุฑููุง ููุฃูุฎููููู
ู ููุณููููุง ูููู ุงูุชููุซูุจููุชู, ููุฅูููููู ุงููุขูู ููุณูุฃููู
โDari โUsman bin Affan r.a. bahwa Nabi saw. apabila telah selesai mengubur jenazah, maka beliau berhenti/berdiri di dekat kubur itu dan berkata: Mohonkanlah ampun dan keteguhan hati bagi saudaramu ini karena ia sekarang sedang ditanya.โ
Praktik doa ini dapat dilakukan baik dalam posisi berdiri maupun duduk, merujuk pada makna kata "waqafa" dalam hadis tersebut yang berarti berhenti atau berdiri. Penting untuk dicatat bahwa yang dianjurkan adalah mendoakan jenazah, bukan melakukan talqin.
Amalan lain yang juga disunahkan adalah takziah, yakni mengunjungi keluarga yang berduka untuk menghibur dan menenangkan mereka. Kata "takziah" sendiri berasal dari "โazza" yang bermakna sabar, menekankan tujuan utamanya untuk menyabarkan keluarga yang ditinggalkan. Tanya Jawab Agama jilid II halaman 168 menjelaskan bahwa takziah tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga meringankan beban keluarga. Sejalan dengan itu, tetangga dan kerabat dekat disarankan untuk menyiapkan makanan bagi keluarga yang sedang berduka.
Waktu pelaksanaan takziah tidak dibatasi hanya tiga hari setelah kematian, meskipun masa berkabung umumnya berlangsung selama itu. Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad menunjukkan bahwa Nabi saw. pernah melakukan takziah kepada keluarga Jaโfar lebih dari tiga hari setelah wafatnya, menegaskan kelonggaran waktu dalam melaksanakan amalan ini.
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุฌูุนูููุฑู ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃูู
ููููู ุขูู ุฌูุนูููุฑู ุซููุงูุซูุง ุฃููู ููุฃูุชูููููู
ู ุซูู
ูู ุฃูุชูุงููู
ู ููููุงูู ูุงู ุชูุจููููุง ุนูููู ุฃูุฎูู ุจูุนูุฏู ุงููููููู
ู. ุซูู
ูู ููุงูู ุงุฏูุนููุง ููู ุจูููู ุฃูุฎูู. ููุฌููุกู ุจูููุง ููุฃููููุง ุฃูููุฑูุฎู ููููุงูู ุงุฏูุนููุง ููู ุงููุญููุงูููู . ููุฃูู
ูุฑููู ููุญููููู ุฑูุกููุณูููุง
โDari Ubadah bin Jaโfar, bahwa Nabi saw menunda untuk menjenguk keluarga Jaโfar setelah tiga hari. Ketika beliau mendatangi keluarga Jaโfar, beliau berkata: Janganlah kalian menangisi saudaraku sesudah hari ini. Kemudian ia berkata, panggillah kedua putra saudaraku itu. Kemudian didatangkanlah kami seperti seekor unggas. Beliau berkata, Datangkanlah kepadaku tukang cukur. Kemudian didatangkanlah tukang cukur kepada beliau, maka beliau memerintahkannya mencukur rambut kepala kami.โ
Berbeda dengan amalan doa dan takziah, praktik tahlilan dan yasinan yang dilakukan pada malam-malam tertentu, seperti hari pertama, ketiga, hingga seribu hari setelah kematian, seringkali menjadi topik perdebatan. Dalam Tanya Jawab Agama jilid II halaman 173, disebutkan bahwa tidak ada dalil yang kuat, baik dari Al-Qurโan maupun hadis, yang menjadi dasar syariat amalan-amalan tersebut.
Prinsip dasar dalam Islam adalah tidak melakukan amalan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Sebagaimana sabda Nabi saw. yang diriwayatkan dari Aisyah, โSiapa saja yang mengerjakan suatu perbuatan (agama) yang tidak ada perintahku untuk melakukannya, maka perbuatan itu tertolak.โ
Selain ketiadaan dalil, praktik tahlilan terkadang memberatkan keluarga yang berduka karena seringkali diikuti dengan pemberian makanan atau bahkan uang kepada para hadirin. Nabi saw. juga mengecam keras kebiasaan meratapi jenazah atau niyahah, yang disamakan dengan tradisi jahiliyah.
Hadis dari Abu Malik al-Asyโari menjelaskan bahwa Nabi saw. menyebutkan niyahah sebagai salah satu kebiasaan jahiliyah yang harus dihindari:
ุนููู ุฃูุจูู ู
ูุงูููู ุงูุฃูุดูุนูุฑูู ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฃูุฑูุจูุนู ููู ุฃูู
ููุชูู ู
ููู ุฃูู
ูุฑู ุงููุฌูุงูููููููุฉู ูุงู ููุชูุฑููููููููููู ุงููููุฎูุฑู ููู ุงูุฃูุญูุณูุงุจู ููุงูุทููุนููู ููู ุงูุฃูููุณูุงุจู ููุงูุงูุณูุชูุณูููุงุกู ุจูุงููููุฌููู
ู ููุงููููููุงุญูุฉู ููููุงูู ุงููููุงุฆูุญูุฉู ุฅูุฐูุง ููู
ู ุชูุชูุจู ููุจููู ู
ูููุชูููุง ุชูููุงู
ู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ููุนูููููููุง ุณูุฑูุจูุงูู ู
ููู ููุทูุฑูุงูู ููุฏูุฑูุนู ู
ููู ุฌูุฑูุจู
โDari Abu Malik al-Asyโari bahwa Nabi saw. bersabda: Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah). Lalu beliau bersabda: Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal.โ
Dengan demikian, dalam menjalankan ibadah terkait pemakaman, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berpegang teguh pada sunnah yang telah jelas, seperti mendoakan jenazah dan melaksanakan takziah, serta menghindari penambahan ritual-ritual yang tidak memiliki dasar syariat dalam ajaran Islam.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





