Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Kolaborasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 21 Juli 2026 - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah bagi kunjungan kerja Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) dalam sebuah agenda berbagi praktik baik pengelolaan perguruan tinggi. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor, Lantai 16 Gedung Iqra Unismuh Makassar, ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah.
Empat isu utama menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut. Agenda meliputi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pendampingan penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyusunan borang akreditasi dan rencana strategis, serta pengembangan aplikasi SPMI digital dan Sistem Informasi Akademik.
Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan dalam konteks mengajar dan diajari, melainkan sebagai forum berbagi pengalaman di antara sesama perguruan tinggi dalam jaringan Muhammadiyah. โKami bukan menggurui, tetapi kita akan berbagi. Bisa jadi ada hal di Unismuh Makassar yang dapat dibagikan kepada Unimen, begitu pula sebaliknya,โ ujar Prof Andis, sapaan akrabnya.
Menurut Prof Andis, kedua universitas ini merupakan bagian dari satu jaringan besar Persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karena itu, hubungan yang terjalin harus dilandasi semangat persaudaraan, keterbukaan, dan kemajuan bersama. Ia menambahkan bahwa kehadiran rombongan Unimen diharapkan memberikan manfaat timbal balik. Praktik baik yang telah dikembangkan Unismuh Makassar dapat menjadi referensi bagi Unimen, sementara pengalaman Unimen juga bisa menjadi masukan berharga bagi pengembangan Unismuh Makassar. โUnismuh Makassar dan Unimen bukan sekadar mitra, tetapi bersaudara. Kita berada dalam satu tenda besar Muhammadiyah dengan tujuan yang sama,โ tegasnya.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin antara pimpinan kedua universitas. Diskusi mendalam dilakukan pada empat bidang yang telah disepakati, yakni penjaminan mutu, kurikulum, akreditasi, dan pengembangan sistem informasi.
Untuk memastikan efektivitas pendampingan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Tim kurikulum berdiskusi dengan pengelola Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, tim SPMI dan akreditasi berinteraksi dengan Badan Penjaminan Mutu, sementara tim teknologi informasi membahas pengembangan aplikasi dan sistem informasi akademik.
Dalam pendampingan teknologi informasi, Unismuh Makassar tidak hanya menyerahkan aplikasi yang telah mereka gunakan. Sebaliknya, tim Unismuh mendorong Unimen untuk membangun sistem secara mandiri, disesuaikan dengan kebutuhan, sumber daya, dan karakteristik institusinya. Unismuh Makassar membuka kesempatan bagi tim Unimen untuk mempelajari arsitektur aplikasi, proses pengembangan, serta pengelolaan sistem. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas internal Unimen dan mengurangi ketergantungan pada sistem eksternal.
Prof Andis berharap budaya saling belajar ini dapat terus dibudayakan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Kolaborasi antar-kampus, menurutnya, tidak hanya mempercepat peningkatan mutu institusi, tetapi juga memperkuat jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pertemuan ini menjadi wujud komitmen Unismuh Makassar untuk berbagi praktik baik kelembagaan. Melalui semangat persaudaraan, Unismuh Makassar dan Unimen diharapkan dapat tumbuh bersama, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas dampak pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





