Unismuh Catat 34 Prodi Terakreditasi Unggul dan Perkuat Reputasi Global

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MALINO - Universitas Muhammadiyah Makassar melaporkan 34 dari total 75 program studi kini telah berstatus Akreditasi Unggul. Angka itu setara 45,33 persen dari seluruh prodi dan menjadi salah satu capaian utama bidang penjaminan mutu, perencanaan, sistem informasi, dan daya saing kampus pada tahun akademik 2025-2026.
Data tersebut dipaparkan Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, dalam sesi evaluasi Rapat Kerja Unismuh Tahun Akademik 2026-2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026. Paparan itu penting karena menunjukkan hasil yang sudah dicapai kampus, bukan sekadar rencana pengembangan, terutama pada mutu program studi, reputasi internasional, dan digitalisasi layanan.
Burhanuddin menjelaskan bahwa lompatan mutu itu berlangsung cukup cepat dalam enam tahun terakhir. Pada 2020, Unismuh memiliki 48 program studi dan belum ada yang berstatus Unggul. Enam tahun kemudian jumlah prodi meningkat menjadi 75, dengan komposisi 34 prodi Unggul, sembilan Baik Sekali, 14 Baik, dua berstatus A, dua berstatus B, serta 14 prodi berstatus minimum yang mayoritas merupakan program baru.
Capaian itu menempatkan Unismuh dalam posisi yang lebih siap menghadapi akreditasi institusi berikutnya. Burhanuddin menegaskan bahwa fondasi menuju target tersebut sudah mulai terbentuk. "Kalau kita lihat dari syarat akreditasi Unggul untuk persiapan 2028, insyaallah umumnya sudah memenuhi syarat," ujarnya. Menurut dia, persentase prodi Unggul yang sudah melampaui 40 persen membuat syarat dasar menuju persiapan akreditasi Unggul 2028 secara umum telah terpenuhi. Kampus juga masih mendorong kenaikan lebih lanjut hingga akhir tahun.
Selain mutu program studi, bidang yang dipimpinnya mencatat perkembangan pada pemeringkatan internasional. Dalam QS Asia University Rankings 2026, Unismuh berada pada kelompok 1201-1300 Asia, peringkat 185 Asia Tenggara, dan posisi 58 Indonesia. Pada THE Impact Rankings 2026, kampus ini tercatat di kelompok 801-1000 dunia, sementara untuk THE World University Rankings dan THE Asia University Rankings, Unismuh sudah masuk tahap reporter sebagai pintu menuju pemeringkatan numerik.
Burhanuddin menilai keterlibatan dalam berbagai ranking itu bukan sekadar mengejar label, tetapi menjadi alat ukur daya saing institusi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan produktivitas publikasi ilmiah yang terus tumbuh. Data yang dipaparkan menunjukkan publikasi terindeks Scopus naik dari sembilan dokumen pada 2018 menjadi 193 dokumen pada 2025. Hingga 24 Agustus 2026, publikasi Scopus Unismuh sudah mencapai 127 dokumen.
Pertumbuhan itu didorong pula oleh kebijakan kampus yang menanggung article processing charge bagi dosen yang berhasil menembus jurnal internasional bereputasi. Skema dukungan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan reputasi global disertai intervensi kelembagaan yang nyata, bukan hanya target administratif di atas kertas.
Transformasi lain yang dilaporkan ialah penguatan sistem informasi kampus. Unismuh mengembangkan lima aplikasi pada 2024, enam aplikasi pada 2025, dan delapan aplikasi pada 2026, sehingga total terdapat 19 aplikasi yang mendukung pelayanan surat, wisuda, prestasi mahasiswa, beasiswa, penjaminan mutu, kepegawaian, keuangan, hingga Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Seluruhnya diarahkan terhubung melalui skema single sign-on agar layanan akademik dan manajerial lebih efisien.
Rangkaian capaian itu menunjukkan bahwa mutu Unismuh kini dibangun lewat kombinasi akreditasi, publikasi ilmiah, reputasi internasional, dan digitalisasi administrasi. Dalam konteks perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, hasil ini memberi gambaran bahwa penguatan kelembagaan kampus bergerak pada indikator yang terukur dan sudah mulai menghasilkan posisi tawar yang lebih kuat di tingkat nasional maupun regional.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





