Unismuh Bukukan 673 Prestasi Mahasiswa dalam Setahun

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MALINO - Universitas Muhammadiyah Makassar mencatat 673 prestasi mahasiswa sepanjang tahun akademik 2025-2026. Dari jumlah itu, 102 capaian diraih pada level internasional, 405 pada level nasional, dan 166 pada level lokal, memperlihatkan peningkatan daya saing mahasiswa Unismuh di berbagai medan kompetisi akademik maupun nonakademik.
Capaian tersebut dipaparkan Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. H. Mawardi Pewangi, dalam evaluasi bidang kemahasiswaan, alumni, kaderisasi, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan pada Rapat Kerja Unismuh Tahun Akademik 2026-2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026. Bagi kampus, angka ini menjadi indikator hasil pembinaan satu tahun terakhir yang sudah bisa diukur secara konkret.
Mawardi merinci bahwa prestasi mahasiswa lahir dari spektrum kegiatan yang luas, mulai kompetisi ilmiah, kreativitas mahasiswa, olahraga, seni, hingga agenda yang berlangsung di tingkat internasional. Pada bidang olahraga, mahasiswa Unismuh antara lain meraih medali dari cabang panahan, atletik, dan pencak silat. Selain itu, mahasiswa kampus ini juga tercatat mengikuti 15 kegiatan kementerian dan sedikitnya 22 program internasional selama periode evaluasi.
Data itu menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak berdiri sebagai capaian insidental. Mawardi sendiri menekankan bahwa pembinaan mahasiswa harus dijalankan dengan orientasi nilai, bukan sekadar mengejar pengakuan. "Teruslah berbuat baik, meski tanpa pujian. Tetaplah ikhlas meski tanpa penghargaan," pesannya. Dengan capaian internasional menembus 102 prestasi, Unismuh tidak lagi hanya bersaing di lingkup lokal dan nasional, tetapi juga mulai menguatkan pijakan di ruang kompetisi global.
Pada saat yang sama, Unismuh menempatkan akses pendidikan sebagai bagian dari kebijakan kemahasiswaan. Sepanjang 2025, kampus ini mencatat 317 penerima beasiswa internal, terdiri atas 171 penerima beasiswa prestasi akademik, 71 penerima skema bibit unggul Persyarikatan, dan 75 penerima beasiswa tahfiz Al-Qur'an. Kebijakan ini diposisikan untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak otomatis menghalangi mahasiswa melanjutkan pendidikan.
Penguatan kemahasiswaan juga terlihat dari evaluasi dan penataan kelembagaan internal. Unismuh mulai memperkuat unit kegiatan mahasiswa yang dianggap relevan dengan kebutuhan pengembangan mahasiswa, termasuk UKM Tilawah dan Tahfiz yang kini aktif mengikuti lomba tilawah dan hafalan Al-Qur'an. Arah ini memperlihatkan bahwa pengembangan prestasi kampus tidak hanya mengejar medali akademik, tetapi juga kompetensi keislaman yang menjadi ciri perguruan tinggi Muhammadiyah.
Di bidang AIK, Mawardi mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama pada level internasional. Meski aktivitas AIK di lingkungan kampus dinilai cukup banyak dan program-programnya telah berjalan, ia menyebut agenda AIK yang berorientasi internasional masih minim. Catatan ini penting karena memperlihatkan evaluasi dilakukan secara terbuka, tidak hanya menonjolkan keberhasilan, tetapi juga menyebut area yang belum kuat.
Unismuh juga melaporkan penguatan pengabdian mahasiswa berbasis kaderisasi. Sebanyak 181 mahasiswa dikirim sebagai mubalig ke berbagai wilayah pada 2025. Selain itu, alumni Ma'had mulai dikembangkan untuk ditempatkan di sekolah dan pesantren Muhammadiyah guna membantu pembinaan keislaman dan pengembangan lembaga. Permintaan tenaga pembinaan bahkan disebut datang dari luar Sulawesi.
Capaian 673 prestasi, ratusan penerima beasiswa, dan pengiriman mubalig ke berbagai daerah menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa Unismuh bergerak pada tiga jalur sekaligus: daya saing, keberpihakan sosial, dan kaderisasi. Bagi Muhammadiyah Sulawesi Selatan, hasil ini memberi bukti bahwa penguatan mahasiswa di lingkungan AUM tidak berhenti pada slogan, tetapi sudah menghasilkan capaian yang dapat dihitung dan ditelusuri.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





