UNISA Yogyakarta Kukuhkan Dua Guru Besar, Perkuat Kontribusi dalam Riset Kesehatan

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengukuhkan dua guru besar baru, mempertegas komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di bidang kesehatan. Pengukuhan ini menambah jajaran cendekiawan di perguruan tinggi tersebut, dengan fokus pada isu-isu krusial dalam kesehatan masyarakat.
Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Andari Wuri Astuti, sebagai Guru Besar Ilmu Kebidanan dengan spesialisasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti, serta Wantonoro, yang kini menyandang gelar Guru Besar Ilmu Keperawatan dengan fokus pada Long Term Care. Pengukuhan jabatan akademik ini sah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 4357/N/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyoroti momentum pengukuhan guru besar ini sebagai tonggak penting bagi perjalanan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya UNISA. Menurutnya, UNISA telah menunjukkan dedikasi dalam melahirkan cendekiawan unggul yang berkemajuan.
"Unisa telah menunjukkan komitmennya di dalam memperkuat tradisi-tradisi keilmuan, tradisi-tradisi akademiknya, dan juga riset di bidang kesehatan sejalan dengan sejarah panjang pengabdian UNISA yang awalnya berdiri berwawasan kesehatan," ujar Salmah pada Kamis (25/6). Ia juga menekankan pentingnya bagi UNISA untuk terus memajukan program-program studinya sambil mempertahankan wawasan kesehatan yang menjadi ciri khasnya.
Lebih lanjut, Salmah mendorong para dosen, terutama kedua guru besar yang baru dikukuhkan, untuk lebih masif dalam menyebarkan keilmuan ke masyarakat. Ia berharap, capaian akademik tidak berhenti pada ranah teoritis semata, melainkan mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. "Hal ini tentu penting agar keilmuan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan mampu menjawab berbagai pesoalan yang dihadapi masyarakat," pungkasnya.
Pengukuhan dua guru besar ini diharapkan menjadi pendorong bagi UNISA Yogyakarta untuk semakin memperkuat ekosistem akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran para guru besar diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi keilmuan yang berdampak luas, sekaligus meneguhkan peran UNISA sebagai perguruan tinggi berkemajuan yang berkontribusi signifikan dalam pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.





