UMSi dan KPU Sinjai Jalin Kerja Sama Pendidikan Demokrasi

MUHAMMADIYAH SULSEL, SINJAI - Universitas Muhammadiyah Sinjai dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sinjai resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Rektor UMSi, UMCC, Senin, 8 Juni 2026.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kepemiluan dan pendidikan demokrasi. Kedua institusi ingin memperkuat literasi kepemiluan, pendidikan politik warga, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua KPU Kabupaten Sinjai, Muhammad Rusmin, S.Pd., MM., dan Rektor UMSi, Prof. Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si. Dokumen itu menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UMSi, Prof. Umar Congge, menyambut baik kemitraan tersebut. Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting dalam membangun kesadaran demokrasi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan edukasi masyarakat.
Menurut Umar, sinergi antara dunia akademik dan penyelenggara pemilu dapat melahirkan program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Kerja sama ini juga diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi di Kabupaten Sinjai.
Ketua KPU Sinjai, Muhammad Rusmin, mengatakan kerja sama dengan UMSi diharapkan memperluas jangkauan pendidikan demokrasi dan literasi kepemiluan, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai mahasiswa dan sivitas akademika memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.
Rusmin juga menekankan pentingnya kesadaran partisipatif dalam proses demokrasi. Melalui keterlibatan kampus, KPU Sinjai berharap informasi kepemiluan dapat disampaikan dengan pendekatan edukatif, ilmiah, dan lebih dekat dengan generasi muda.
Melalui MoU ini, UMSi dan KPU Sinjai berkomitmen membangun kemitraan berkelanjutan. Program yang akan dikembangkan diharapkan dapat mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat pendidikan demokrasi di daerah.
Penandatanganan berlangsung dalam suasana akrab. Bagi kedua lembaga, kerja sama ini menjadi momentum untuk menghubungkan perguruan tinggi Muhammadiyah dengan penyelenggara pemilu dalam upaya membentuk masyarakat yang lebih sadar, kritis, dan aktif dalam kehidupan demokrasi.


