Tuntunan Doa Berbuka Puasa dan Amalan Ramadan Sesuai Hadis Sahih

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, YOGYAKARTA - MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan panduan mengenai doa yang dianjurkan saat berbuka puasa. Doa ini memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad saw, menekankan pentingnya mengikuti tuntunan syariat dalam setiap ibadah.
Doa yang dimaksud adalah sebagai berikut: ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Landasan doa tersebut termaktub dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a. Beliau menuturkan, “Apabila Rasulullah saw berbuka, beliau berdoa: Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.” Hadis ini menegaskan keutamaan dan kesahihan doa tersebut untuk diamalkan oleh umat Islam.
Selain doa berbuka puasa, bulan Ramadan juga merupakan momentum istimewa untuk memperbanyak berbagai amalan kebaikan. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan intensitas shadaqah, membaca serta mempelajari Al-Qur’an, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui iktikaf di masjid.
Iktikaf, khususnya, sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Amalan ini merupakan bentuk pengasingan diri di masjid dengan niat beribadah, memperbanyak zikir, doa, dan tadarus Al-Qur’an. Anjuran iktikaf ini juga berlandaskan pada sunnah Rasulullah saw, sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadan.”
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





