SWSC Unismuh Edukasi Peserta MACCA tentang Pengelolaan Sampah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah Makassar memperkenalkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan kepada peserta MACCA Student Visit 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Thaksin State University Thailand, dan Universiti Sains Malaysia dalam sebuah workshop edukatif di lingkungan kampus.
Program yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, itu tidak berhenti pada paparan teori. Sebanyak 15 mahasiswa internasional diajak melihat langsung bagaimana SWSC mengelola sampah sejak dari sumber, memisahkan limbah organik dan anorganik, mengolah bahan organik menjadi kompos, serta memanfaatkan kembali limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Kepala SWSC Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., mengatakan isu sampah harus dipahami sebagai persoalan perilaku dan tanggung jawab bersama. "Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap individu memiliki peran penting dalam memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah agar tidak menjadi beban lingkungan," ujarnya.
Menurut Fatmawati, penguatan kesadaran lingkungan perlu dilakukan sejak dini dan harus disertai contoh praktik yang bisa dilihat langsung. Karena itu, peserta MACCA tidak hanya mendapatkan penjelasan lisan, tetapi juga diajak memasuki fasilitas pengelolaan sampah untuk memahami alur kerja yang diterapkan SWSC di kampus.
Dalam kunjungan itu, peserta dikenalkan pada sistem pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah, pengolahan sampah organik, dan inovasi pemanfaatan limbah yang telah dikembangkan di Unismuh Makassar. Dengan model pembelajaran seperti ini, mahasiswa tamu bisa melihat bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan membutuhkan tata kelola, edukasi, dan dukungan infrastruktur yang berjalan bersamaan.
SWSC juga menempatkan workshop ini sebagai bagian dari penguatan nilai keberlanjutan dalam kerja sama internasional kampus. Fatmawati menegaskan bahwa kunjungan seperti MACCA seharusnya tidak hanya memperlihatkan profil akademik kampus, tetapi juga inovasi yang sedang dijalankan untuk menjawab persoalan lingkungan. "Melalui program MACCA ini, kami berharap peserta tidak hanya mengenal Unismuh Makassar sebagai institusi pendidikan, tetapi juga melihat berbagai inovasi yang dikembangkan kampus, termasuk dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan," katanya.
Kegiatan ini didampingi pula oleh Sahlan, S.P., M.Si., dan Wardah, S.Sos., M.A. Kehadiran tim pengelola menunjukkan bahwa program lingkungan di Unismuh dijalankan secara kolaboratif, tidak bertumpu pada satu unit saja. Pola kerja seperti ini penting karena pengelolaan sampah berkelanjutan selalu bergantung pada keterlibatan banyak pihak.
Bagi peserta internasional, pengalaman lapangan tersebut memberi gambaran konkret tentang penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam kehidupan kampus. Bagi Unismuh, kegiatan ini memperlihatkan bahwa inovasi lingkungan dapat menjadi bagian dari diplomasi akademik dan daya tarik kerja sama internasional.
Melalui workshop SWSC, Unismuh Makassar tidak hanya menampilkan kampus sebagai tempat belajar formal, tetapi juga sebagai ruang eksperimen solusi lingkungan. Jika pola seperti ini terus dikembangkan, penguatan reputasi internasional kampus dapat berjalan seiring dengan perluasan praktik keberlanjutan yang nyata.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





