Sang Surya Philharmonic Orchestra UMY Tampilkan Harmoni Dakwah dalam Konser Tahunan

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Sang Surya Philharmonic Orchestra (SSPO) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menggelar konser tahunan keduanya bertajuk "Adventura en Armonia" pada Sabtu malam, 13 Juni 2026. Bertempat di Music Hall SMM Negeri Yogyakarta, acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 500 penonton, sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara seni, harmoni, dan nilai-nilai dakwah yang dikemas melalui pertunjukan musik orkestra.
Ketua Lembaga Seni dan Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto, menjelaskan bahwa tema "Adventura en Armonia" yang secara harfiah berarti "berpetualang dalam harmoni", dipilih berdasarkan semangat mahasiswa untuk menjelajahi keindahan dunia melalui bahasa universal musik. "Dipilihnya tema Adventura en Armonia didasari pada kecintaan para mahasiswa untuk berkelana dan mengenal lebih jauh kesyahduan dunia melalui harmoni nada yang bukan saja dimainkan, tetapi juga diresapi sebagai salah satu bagian dari harmoni kehidupan," ungkap Gunawan dalam keterangan pers Senin (15/6).
Pada konser kali ini, SSPO UMY tampil dalam format orkestra penuh dengan melibatkan lebih dari 80 pemain. Mereka juga berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa UMY lainnya, Sun Shine Voice (SSV UMY), untuk membawakan 14 karya aransemen musik di hadapan para penonton.
Bagi SSPO UMY, konser ini merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan kelompok orkestra mahasiswa yang berdiri sejak 2019. Sebelumnya, mereka juga mencatatkan penampilan kolosal yang mengesankan saat tampil pada pembukaan Muktamar 'Aisyiyah ke-48 tahun 2022.
Sebagai mantan Rektor UMY yang turut serta mengikuti perkembangan SSPO sejak awal, Gunawan menilai pertumbuhan SSPO UMY menunjukkan bahwa minat generasi muda Muhammadiyah terhadap seni musik terus tumbuh dan berkembang. Menurutnya, musik orkestra bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga ruang pembelajaran yang membentuk karakter melalui kedisiplinan, kerja sama, ketekunan, dan komitmen yang tinggi.
"Pada masa awal berdirinya, SSPO hanya beranggotakan segelintir mahasiswa. Namun, seiring berjalannya waktu, khususnya disaat persembahan Tribute to Didi Kempot dengan membawakan lagu Pamer Bojo, keberadaan kelompok ini semakin dikenal dan mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai program studi untuk bergabung," kenang Gunawan mengenai kiprah SSPO UMY. Ia menambahkan, "Jenis musik orkestra ini bisa disebut sebagai 'musik serius' karena membutuhkan keseriusan dan kedisiplinan tinggi untuk memainkannya. Oleh karenanya dibutuhkan porsi latihan yang lebih panjang."
Dalam konteks kemuhammadiyahan, Gunawan menegaskan bahwa konser tahunan SSPO UMY ini memperoleh dukungan penuh dari LSB PP Muhammadiyah. Dukungan tersebut diberikan karena Muhammadiyah memandang seni sebagai salah satu medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat. "Sebagaimana pada konser pertama tahun lalu, konser tahunan SSPO-UMY kali ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah, karena pada dasarnya dakwah dapat dilakukan dengan berbagai macam model dan media," katanya.
Menurut Gunawan, perkembangan dakwah menuntut adanya pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Oleh karena itu, seni dan budaya memiliki posisi penting sebagai sarana penyebarluasan nilai-nilai Islam yang mencerahkan kepada masyarakat yang semakin beragam.
Gunawan berharap kehadiran SSPO UMY dapat menjadi inspirasi bagi berkembangnya ruang-ruang kreativitas seni di lingkungan Muhammadiyah. Baginya, seni bukan sekadar medium ekspresi, melainkan juga sarana membangun karakter, menumbuhkan kepekaan sosial, dan menyampaikan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada masyarakat luas. "LSB PP Muhammadiyah berharap bahwa pagelaran karya seni, termasuk seni musik, dapat menjadi alternatif model dakwah yang akan menjangkau masyarakat lebih luas," pungkasnya.





