Rakernas LSB PP Muhammadiyah Dorong Penguatan Ekosistem Seni Budaya di Perguruan Tinggi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, Sabtu (11/7/2020) - Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menghasilkan serangkaian rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi pengembangan seni dan budaya di lingkungan persyarikatan ke depan.
Ketua LSB PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto, menjelaskan bahwa rekomendasi yang muncul dari Rakernas ini berfokus pada penguatan potensi seni dan kebudayaan Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa upaya pengembangan sektor ini tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh LSB, melainkan memerlukan sinergi dengan berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap bidang seni dan budaya. “Tentu dalam pengembangan sektor ini, LSB tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan berbagai institusi yang menekuni seni dan budaya,” ujar Gunawan.
Lebih lanjut, Gunawan memaparkan bahwa LSB PP Muhammadiyah tengah berupaya merancang arsitektur pengembangan seni dan budaya yang relevan dengan dinamika zaman, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah. “LSB mencoba menyusun arsitektur seni budaya modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai seni budaya yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Arsitektur seni budaya modern itu seperti apa, inilah yang menjadi tugas kita bersama,” tambahnya.
Salah satu rekomendasi penting yang disepakati dalam Rakernas adalah dorongan untuk mendirikan fakultas atau program studi seni dan budaya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA). Menurut Gunawan, inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat pengembangan keilmuan seni dan budaya di lingkungan Muhammadiyah secara lebih terstruktur.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut bersifat tidak mengikat. Keputusan final mengenai pembukaan fakultas atau program studi sepenuhnya berada di tangan masing-masing PTMA, disesuaikan dengan kesiapan institusi dan kewenangan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. “Kami memberikan rekomendasi. Bagi PTM yang sudah mampu, silakan menyiapkan kurikulum serta berbagai aspek pengorganisasiannya. Namun keputusan sepenuhnya berada di PTM. Kami tidak menarasikan ini sebagai sebuah kewajiban,” jelasnya.
Gunawan juga menambahkan bahwa pengembangan seni dan budaya di perguruan tinggi tidak harus langsung diwujudkan dalam bentuk fakultas atau program studi formal. PTMA dapat memulai dengan membentuk pusat studi, melakukan kajian akademik, atau mengintegrasikan seni budaya sebagai muatan lokal atau bagian dari penguatan kurikulum yang sudah ada. “Bisa dimulai dalam bentuk kajian, pusat studi, atau menjadikan seni budaya sebagai muatan lokal. Setelah berkembang dan dinilai siap, baru dapat ditingkatkan. Jadi ini bukan sebuah keharusan, melainkan tahapan pengembangan,” paparnya.
Pada penutupan Rakernas, LSB PP Muhammadiyah juga mempertegas komitmennya untuk terus merumuskan strategi kebudayaan yang akan menjadi panduan pengembangan seni dan budaya di seluruh tingkatan organisasi. Sebagai bagian dari arah kebijakan ini, LSB telah menyusun cetak biru (blueprint) pengembangan yang bertumpu pada tiga pilar utama: penguatan arena kebudayaan, pengembangan seni dan budaya di perguruan tinggi Muhammadiyah, serta perumusan posisi Muhammadiyah dalam arena ekonomi-politik kebudayaan. Cetak biru tersebut juga mencakup penyusunan fikih kebudayaan dan petunjuk teknis resmi sebagai pedoman implementasi.
Melalui berbagai langkah ini, Gunawan berharap Muhammadiyah dapat dikenal luas tidak hanya sebagai gerakan Islam Berkemajuan, tetapi juga sebagai entitas yang memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebudayaan nasional. “Harapan saya, ke depan kita tidak hanya melihat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan, tetapi juga menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan budaya berkemajuan,” pungkasnya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





