PWM Sulsel Perkuat Sinergi Ekonomi Persyarikatan dengan PDM dan PTM

MUHAMMADIYAH SULSEL, GOWA - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan terus memperluas agenda penguatan ekonomi Persyarikatan melalui kolaborasi dengan pimpinan daerah dan amal usaha Muhammadiyah.
Upaya itu terlihat dalam kunjungan kerja Bidang Ekonomi, Bisnis, dan UMKM PWM Sulsel ke Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Jumat, 5 Juni 2026. Kunjungan tersebut diarahkan untuk membangun sinergi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Koordinator Bidang Ekonomi, Bisnis, dan UMKM PWM Sulsel, Prof. Mustari Bosra, memimpin langsung agenda tersebut. Ia menekankan bahwa kekuatan ekonomi Muhammadiyah perlu dibangun melalui kerja bersama lintas struktur, bukan berjalan sendiri-sendiri di masing-masing unit.
Menurut Mustari, Muhammadiyah memiliki sejumlah badan usaha yang dapat dikembangkan lebih kuat jika PDM, PTM, dan amal usaha lain ikut mengambil peran. Salah satunya melalui PT WadiMu Surya Sejahtera, badan usaha yang bergerak pada pengadaan air minum kemasan, distribusi pendingin ruangan, dan alat terapi hiperbarik.
Ia menjelaskan, WadiMu telah berjalan dalam dua periode kepengurusan. Meski demikian, pengembangan usaha tersebut masih membutuhkan dukungan jaringan Persyarikatan agar manfaat ekonominya lebih terasa bagi organisasi, warga Muhammadiyah, dan masyarakat luas.
PWM Sulsel juga menyosialisasikan aplikasi AJPAR yang dikembangkan Universitas Muhammadiyah Parepare. Platform digital itu menghubungkan pelanggan, pelaku usaha, dan pengemudi dalam sistem layanan berbasis teknologi yang memuat nilai patriotik dan religius.
AJPAR menyediakan 17 jenis layanan, mulai dari kebutuhan pendidikan, layanan kampus Muhammadiyah, hingga kebutuhan harian masyarakat. Dalam skema kemitraan, pengelola operasional berpeluang memperoleh pembagian keuntungan hingga 30 persen, sedangkan mitra usaha dapat memperoleh hingga 40 persen sesuai kesepakatan kerja sama.
Mustari menilai pengembangan AJPAR dan WadiMu bukan sekadar perluasan unit bisnis. Program tersebut juga diharapkan membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat, memperkuat perputaran ekonomi warga Persyarikatan, dan membuka ruang usaha yang lebih tertata.
Dalam pertemuan itu, Mustari turut menyampaikan perkembangan Muhammadiyah Wisata atau MH Wisata yang dijadwalkan memberangkatkan jamaah haji pada 9 Juni. Ia juga menyinggung kerja sama Muhammadiyah dengan PT Dharma Lautan Utama dalam bidang transportasi laut dan penanganan kebencanaan.
Kunjungan ke Gowa melanjutkan agenda sebelumnya di Kabupaten Bone, yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman bersama PDM Bone dan Universitas Muhammadiyah Bone. Rangkaian ini menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan ekonomi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
PWM Sulsel berharap berbagai kerja sama tersebut dapat membentuk ekosistem ekonomi Persyarikatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan dukungan PDM, PTM, dan amal usaha, program ekonomi Muhammadiyah diharapkan tidak hanya menopang organisasi, tetapi juga ikut memperkuat kesejahteraan masyarakat.



