Prodi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar Raih Akreditasi Unggul Sejak Awal Berdiri

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 20 Mei 2024 - Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencetak prestasi gemilang dengan meraih Akreditasi Unggul. Pencapaian ini menjadi sorotan penting karena program studi tersebut tergolong baru, namun langsung berhasil menyabet peringkat tertinggi dalam penilaian akreditasi nasional.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar, Bd. Daswati, S.SiT., M.Keb., menjelaskan bahwa predikat unggul ini bukanlah hasil instan. Sejak awal pendiriannya, program studi telah secara sistematis diarahkan untuk membangun tata kelola dan sistem akademik yang memenuhi standar mutu secara konsisten.
Daswati menguraikan, proses akreditasi dimulai dengan perumusan visi, misi, tujuan, dan strategi program studi yang jelas dan terarah. Dokumen-dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai kelengkapan administratif, melainkan menjadi fondasi dan panduan utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi bidan. “Sejak awal program studi ini diarahkan untuk mencapai predikat Akreditasi Unggul. Target tersebut menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan, membangun sistem mutu, meningkatkan kualitas sumber daya, dan memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar,” ungkap Daswati.
Penguatan mutu dilakukan melalui berbagai inisiatif, termasuk pembentukan sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan, pemenuhan dan dokumentasi seluruh kriteria akreditasi, peningkatan kualifikasi dosen, serta penyesuaian kurikulum dengan standar nasional dan tuntutan dunia kerja. Kurikulum program studi dirancang dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yang berfokus pada capaian kompetensi lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan. Selain itu, aspek lain seperti kualitas pembelajaran, luaran mahasiswa, prestasi, kerja sama, penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi ilmiah, serta ketersediaan sarana dan prasarana juga terus diperkuat. Evaluasi diri secara berkala turut menjadi bagian integral untuk perbaikan berkelanjutan.
Menurut Daswati, faktor kunci di balik Akreditasi Unggul ini adalah komitmen kolektif, kepemimpinan yang solid, sistem mutu yang konsisten, serta kesiapan data dan dokumen yang akurat. Ia mengakui adanya sejumlah tantangan selama proses akreditasi, seperti konsistensi pengelolaan data, kelengkapan bukti kinerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan koordinasi antarunit. Namun, kendala-kendala tersebut berhasil diatasi melalui perencanaan yang matang, komunikasi intensif, evaluasi rutin, dan kerja tim yang solid, menjadikan budaya perbaikan berkelanjutan sebagai kunci keberhasilan.
Dukungan penuh dari pimpinan universitas juga berperan krusial. Rektorat memberikan arahan strategis, kebijakan, fasilitasi sumber daya, dan dukungan dalam membangun budaya mutu di seluruh institusi. Di tingkat fakultas, dekanat FKIK aktif mendampingi, memperkuat koordinasi, dan memberikan dukungan teknis agar program studi mampu memenuhi standar dan indikator akreditasi. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dari pengelola prodi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra eksternal.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Suryani As’ad, menyatakan bahwa capaian ini menegaskan komitmen FKIK terhadap budaya mutu. Ia menekankan bahwa pendidikan profesi bidan memiliki tanggung jawab besar karena berimplikasi langsung pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. “Akreditasi unggul ini menunjukkan bahwa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan memiliki fondasi akademik dan tata kelola yang kuat. Namun, capaian ini harus terus dijaga melalui peningkatan mutu pembelajaran, preceptor yang mumpuni dan lahan pembelajaran yang cukup untuk penguatan praktik profesi, serta perluasan jejaring kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan,” tegas Prof. Suryani. FKIK, lanjutnya, akan terus berupaya memperkuat sumber daya manusia, sarana pembelajaran, laboratorium, dan lahan praktik, guna mengintegrasikan ilmu, keterampilan klinik, etika profesi, empati, dan keselamatan pasien dalam pendidikan tenaga kesehatan.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, yang akrab disapa Prof. Andis, melihat predikat ini sebagai bukti konsistensi Unismuh dalam membangun mutu akademik berbasis standar eksternal. Baginya, akreditasi bukan sekadar status, melainkan instrumen esensial untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara terukur. “Capaian unggul ini memperlihatkan bahwa sistem penjaminan mutu di tingkat universitas, fakultas, dan program studi berjalan secara sinergis. Unismuh terus mendorong setiap program studi agar tidak hanya memenuhi standar, tetapi melampaui standar melalui inovasi akademik dan perbaikan berkelanjutan,” ujar Prof. Andis. Ia menambahkan, sektor kesehatan memerlukan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berintegritas, sehingga integrasi kurikulum, praktik profesi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kebutuhan dunia kerja harus terus diperkuat.
Menyikapi capaian ini, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berkontribusi. “Akreditasi unggul ini adalah amanah. Yang paling penting bukan hanya predikatnya, tetapi bagaimana mutu itu hadir dalam layanan akademik, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata Unismuh bagi masyarakat,” kata Rakhim. Ia menegaskan bahwa Unismuh menempatkan akreditasi sebagai bagian dari upaya membangun kampus bereputasi dan berdampak, di mana setiap prestasi harus menjadi dorongan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas dosen, memperluas jejaring, dan menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Daswati berharap predikat Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi berkelanjutan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan mutu program studi. Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kerja sama, serta meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Predikat unggul ini menjadi pijakan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Kami ingin program studi ini terus berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi institusi, masyarakat, dan dunia kerja, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





