Prodi KPI FAI Unismuh Makassar Ikuti Asesmen Komprehensif LAMSPAK

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 15 Juli 2026 - Program Studi Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar baru-baru ini menyelenggarakan asesmen lapangan. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juli 2026. Asesmen ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan program studi dalam memastikan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dua asesor LAMSPAK yang ditugaskan dalam proses ini adalah Prof. Dr. H. Najahan Musyafak, M.A., dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, serta Dr. Yanuar Luqman, S.Sos., M.Si., dari Universitas Diponegoro. Mereka bertugas memverifikasi kesesuaian antara dokumen akreditasi yang telah diajukan dengan kondisi aktual di lapangan. Lingkup asesmen mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola program studi, kurikulum dan proses pembelajaran, sumber daya manusia, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, kerja sama, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Rektor Paparkan Capaian Unismuh
Dalam sesi penyambutan tim asesor, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, memaparkan secara rinci transformasi dan berbagai capaian signifikan yang telah diraih universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menegaskan bahwa seluruh prestasi institusi merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu secara konsisten. “Unismuh terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang memadukan keunggulan akademik, nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, serta orientasi reputasi internasional. Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika,” ujar Dr. Rakhim.
Unismuh Makassar telah membuktikan komitmennya terhadap mutu dengan meraih Akreditasi Institusi Unggul berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 31/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2024. Selain itu, Unismuh juga menorehkan prestasi di kancah global, seperti masuk peringkat 801-1.000 dunia dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026 dan terdaftar dalam radar Times Higher Education World University Rankings 2026. Di Asia, Unismuh menempati posisi 1.201-1.300 dalam QS World University Rankings: Asia, serta berada pada peringkat ke-624 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings.
Lebih lanjut, universitas ini berhasil meraih dan mempertahankan sertifikasi ISO 21001:2018, serta memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian dari kantor akuntan publik dalam tata kelola keuangan. Pada Anugerah Diktisaintek 2025, Unismuh menduduki peringkat kedua kategori perguruan tinggi swasta dengan jumlah usulan program studi terbanyak yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Unismuh juga mengukir 18 penghargaan dalam LLDIKTI Wilayah IX Awards 2025. Dr. Rakhim menekankan bahwa capaian tersebut bukan tujuan akhir. “Pemeringkatan dan akreditasi bukan tujuan akhir. Capaian tersebut harus berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran, produktivitas riset, kualitas pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan yang semakin baik kepada mahasiswa,” jelasnya.
Saat ini, Unismuh Makassar mengelola 73 program studi, dengan rincian 33 prodi meraih akreditasi Unggul, dua prodi berakreditasi A dan tersertifikasi ASIIN, serta 13 prodi berstatus Baik Sekali. Selain itu, terdapat 11 prodi berakreditasi Baik, satu berakreditasi B, 10 berstatus Terakreditasi Minimum, dan tiga prodi telah memperoleh Akreditasi Pertama. Terkait asesmen KPI, Rektor berharap, “Kami berharap asesmen lapangan ini tidak hanya menghasilkan penilaian, tetapi juga memberikan masukan yang konstruktif untuk penguatan Prodi KPI. Kami terbuka terhadap setiap rekomendasi agar program studi ini semakin relevan dengan perkembangan komunikasi, penyiaran, dan media digital.” Ia menambahkan bahwa Prodi KPI memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu menyebarkan pesan-pesan Islam secara mencerahkan melalui berbagai platform komunikasi. “Prodi KPI harus mampu melahirkan komunikator dan praktisi media yang tidak hanya terampil secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, kecakapan digital, serta komitmen dakwah yang berkemajuan,” pungkasnya.
FAI Tegaskan Komitmen Penguatan Mutu
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi, M.Si., menyatakan bahwa asesmen lapangan merupakan elemen krusial dalam upaya fakultas untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkesinambungan. Menurut Dr. Amirah, proses akreditasi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian peringkat, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi komprehensif terhadap tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan mahasiswa. “Asesmen ini menjadi momentum bagi Fakultas Agama Islam untuk melihat kembali kekuatan yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Dr. Amirah menjelaskan bahwa FAI Unismuh secara konsisten mendorong setiap program studi untuk membangun budaya mutu yang tidak berhenti setelah proses akreditasi. Perbaikan dan pengembangan harus menjadi bagian integral dari aktivitas akademik sehari-hari. “Kami berharap masukan dari para asesor dapat menjadi dasar penguatan Prodi KPI agar semakin adaptif terhadap perkembangan komunikasi, penyiaran, dan media digital, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” imbuhnya.
Prodi KPI Siapkan Asesmen Secara Kolektif
Ketua Program Studi KPI Unismuh, Dr. Aliman, Lc., M.Fil.I., mengemukakan bahwa persiapan asesmen lapangan ini dilakukan secara kolektif. Proses tersebut melibatkan partisipasi aktif dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pihak pengguna lulusan. Dr. Aliman menyebutkan bahwa tim program studi telah melaksanakan penataan dokumen, evaluasi kurikulum, penguatan data penelitian dan pengabdian, serta pembenahan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. “Asesmen lapangan ini kami maknai sebagai proses konfirmasi sekaligus pembelajaran untuk memastikan seluruh layanan akademik Prodi KPI berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Prodi KPI terus berupaya menyesuaikan kurikulumnya dengan dinamika ekosistem komunikasi dan penyiaran yang terus berubah. Perkembangan media digital, kecerdasan artifisial, produksi konten, dan strategi dakwah melalui berbagai platform menjadi fokus utama dalam pengembangan program studi. “Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, tetapi juga memiliki keterampilan digital, integritas, kemampuan berdakwah, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat,” tegas Dr. Aliman. Ia berharap asesmen LAMSPAK dapat memberikan rekomendasi konstruktif untuk pengembangan Prodi KPI, meliputi aspek pembelajaran, kompetensi dosen, produktivitas riset, jejaring kerja sama, dan penguatan profil lulusan.
Momentum Refleksi dan Pengembangan
Asesmen lapangan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Agama Islam, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta tim penyusun dokumen akreditasi. Selama asesmen, para asesor melakukan klarifikasi dan pendalaman data yang tercantum dalam dokumen evaluasi diri dan laporan kinerja program studi. Tim asesor juga meninjau langsung fasilitas pembelajaran dan berbagai sarana pendukung kegiatan akademik.
Secara keseluruhan, asesmen ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Prodi KPI Unismuh untuk melakukan refleksi mendalam, memperkuat budaya mutu yang telah terbangun, serta secara berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan kemahasiswaan. Melalui asesmen LAMSPAK ini, Prodi KPI FAI Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta teguh berpegang pada nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





