PP Muhammadiyah Luncurkan Buku 'Sosok Diplomat Partikelir', Soroti Peran Diplomasi Kemanusiaan

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan buku "Sosok Diplomat Partikelir Muhammadiyah" karya Sudibyo Markus pada Rabu (17/6) di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Peluncuran ini menandai momentum penting bagi Muhammadiyah untuk menyebarluaskan gagasan diplomasi kemanusiaan serta memperkuat perannya dalam membangun perdamaian dan solidaritas global.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam sambutannya menegaskan signifikansi kontribusi Muhammadiyah dalam memperluas jejaring kemanusiaan internasional. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan diplomasi masyarakat sipil di tingkat global. Senada dengan itu, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni, menyampaikan bahwa organisasi keagamaan memiliki posisi strategis untuk mendorong dialog, kerja sama internasional, dan upaya-upaya perdamaian yang berkelanjutan.
Buku "Sosok Diplomat Partikelir Muhammadiyah" merekam perjalanan panjang Sudibyo Markus dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan lintas negara. Melalui konsep "diplomasi partikelir", buku ini menyoroti bagaimana aktor-aktor masyarakat sipil dapat mengambil peran aktif dalam membangun dialog, menjembatani berbagai kepentingan, serta mendukung upaya perdamaian di sejumlah kawasan konflik, termasuk Gaza dan Mindanao.
Sesi bedah buku yang membedah gagasan dan pengalaman Sudibyo Markus dipandu oleh Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso. Hadir sebagai pembahas adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, serta Andi Azhar, seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Keduanya mengulas secara mendalam kontribusi yang dituangkan Sudibyo Markus dalam karyanya.
Diskusi dalam acara tersebut menegaskan bahwa diplomasi di era kontemporer bukan lagi domain eksklusif negara. Organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, maupun individu yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun perdamaian dunia. Pengalaman yang diuraikan dalam buku ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan mampu membuka ruang komunikasi, membangun kepercayaan, dan menghadirkan solusi di tengah situasi yang kompleks. Oleh karena itu, diplomasi kemanusiaan menjadi instrumen krusial dalam merawat perdamaian dan memperkuat solidaritas antarbangsa.
Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PP Muhammadiyah, akademisi, diplomat, aktivis kemanusiaan, mahasiswa, serta perwakilan berbagai lembaga dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu kemanusiaan, perdamaian, dan hubungan internasional. Peluncuran ini juga merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkaya khazanah pemikiran dan memperkuat kapasitas kader dalam memahami isu-isu global. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Muhammadiyah agar aktif terlibat dalam diplomasi publik, gerakan kemanusiaan, dan berbagai inisiatif pembangunan perdamaian dunia.





