Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja Siapkan Generasi Unggul Berkarakter di Era Digital

MUHAMMADIYAH SULSEL, TANA TORAJA - Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan guna mencetak generasi unggul yang berkarakter dan memiliki kemampuan literasi digital. Inisiatif ini bertujuan membekali santri menghadapi perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Direktur Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja, H. Herman Tahir, M.Pd, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Penamatan dan Tasyakuran Santri yang berlangsung di Tana Toraja pada Senin, 15 Juni 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, pemerintah kecamatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, akademisi, tokoh masyarakat, serta orang tua dan santri. Dalam kesempatan itu, Herman Tahir memaparkan perkembangan signifikan pesantren selama dua tahun terakhir, termasuk capaian prestasi santri dan rencana strategis pengembangan sarana prasarana pendidikan.
Herman Tahir juga mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menamatkan pendidikan di jenjang masing-masing. Ia menekankan bahwa penamatan tidak selalu identik dengan kelulusan secara menyeluruh dalam sistem pendidikan pesantren. "Selamat kepada anak-anak saya yang katanya ditamatkan pada kesempatan ini. Tamat tidak berarti lulus. Ditamatkan dalam satu jenjang dan lulus dalam satuan pendidikan," ujarnya. Menurutnya, sistem pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada aspek akademik, melainkan juga mencakup pembinaan kepesantrenan, pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta penguasaan kompetensi keagamaan yang telah ditetapkan lembaga. Oleh karena itu, santri yang telah menyelesaikan pendidikan formal belum tentu langsung dinyatakan lulus apabila target pembinaan kepesantrenan belum terpenuhi. "Target di pesantren ini bukan sekadar meluluskan santri-santri pintar akademik, tetapi kita ingin melahirkan kader-kader umat, kader-kader bangsa, dan kader-kader Muhammadiyah yang siap mengabdi di mana pun mereka berada," tegas Herman.
Dalam setahun terakhir, santri Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja berhasil menorehkan berbagai prestasi. Beberapa santri meraih medali pada Olimpiade Ahmad Dahlan tingkat nasional yang melibatkan peserta dari seluruh Indonesia. Di bidang olahraga, siswa SMP di lingkungan pesantren sukses menyabet dua medali emas pada cabang pencak silat dan atletik, serta satu medali perunggu pada cabang bulu tangkis dalam Olimpiade Olahraga Santri Nasional tingkat kabupaten.
Selain prestasi akademik dan olahraga, pesantren terus memperkuat program tahfiz Al-Qurโan dan pembinaan kemampuan membaca kitab turats atau kitab kuning. Herman Tahir menyatakan bahwa penguasaan ilmu keislaman menjadi salah satu fokus pengembangan pesantren Muhammadiyah di masa mendatang. "Kita ingin melahirkan anak-anak yang memiliki kemampuan membaca Al-Qurโan yang baik, tetapi juga mampu membaca kitab-kitab klasik. Saya ingin nanti tidak lagi ada anggapan bahwa santri Muhammadiyah tidak bisa membaca kitab kuning," harapnya.
Herman menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Ia menggarisbawahi bahwa dunia masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, berkomunikasi dengan baik, serta memiliki literasi digital yang memadai. "Dunia hari ini membutuhkan generasi yang memiliki karakter yang kuat, akhlak yang mulia, mampu berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan mampu membangun komunikasi yang baik," paparnya.
Di bidang infrastruktur, Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja mendapatkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp1,1 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kantor baru, fasilitas sanitasi, dan sejumlah sarana pendukung pembelajaran lainnya. Herman menjelaskan, pengembangan kawasan pesantren dilakukan secara bertahap melalui dukungan pemerintah, Muhammadiyah, masyarakat, dan para donatur. Sejumlah lahan tambahan juga telah diperoleh melalui hibah dan wakaf untuk mendukung perluasan kawasan pendidikan. Selain pembangunan fisik, pesantren juga sedang menyiapkan program Green Pesantren yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang. Program ini diwujudkan melalui gerakan satu santri satu pohon dengan menanam tanaman produktif, seperti manggis, alpukat, dan durian di lingkungan pesantren. Herman berharap program tersebut dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang asri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia berharap Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja dapat berkembang menjadi pusat pendidikan, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Tana Toraja. Menutup sambutannya, Herman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan aset bersama yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan umat pada masa mendatang.





