Perkuat Karakter, LDK PP Muhammadiyah Edukasi Pelajar Surabaya tentang Narkoba

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SURABAYA, Rabu, 15 Juli - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya dimanfaatkan sebagai ajang krusial untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan membentengi generasi muda dari berbagai ancaman yang berpotensi merusak masa depan mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, sekolah mengundang Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muchamad Arifin, untuk memberikan pembekalan kepada peserta MPLS.
Muchamad Arifin, yang juga dikenal sebagai Motivator Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), menyampaikan materi komprehensif mengenai bahaya narkotika di hadapan ratusan peserta didik baru. Pembekalan ini mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, modus peredarannya yang kini semakin menyasar kalangan remaja, dampak serius terhadap kesehatan, kehancuran masa depan, hingga konsekuensi hukum yang mengancam setiap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Menurut Muchamad Arifin, sebagian besar individu yang terjerat narkoba tidak pernah memiliki niat awal untuk menjadi pecandu. Keterlibatan mereka seringkali bermula dari rasa penasaran, ajakan teman sebaya, atau sekadar keinginan untuk mencoba sekali. Namun, keputusan yang tampak sederhana itu, tegasnya, justru menjadi titik awal dari kehancuran hidup. βKami ingin para pelajar memahami bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan cita-cita dan masa depan. Bahkan, penyalahgunaan maupun keterlibatan dalam peredaran narkotika memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat. Jangan pernah berpikir bahwa mencoba sekali tidak akan berdampak,β tegas Muchamad Arifin.
Selain mendorong para pelajar untuk menjauhi narkoba, Muchamad Arifin juga menekankan pentingnya selektif dalam memilih lingkungan pergaulan yang sehat, memperkuat pondasi nilai-nilai keagamaan, serta memiliki keberanian untuk menolak setiap ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
Kehadiran Muchamad Arifin dalam kegiatan MPLS ini merupakan bagian integral dari implementasi Dakwah Berkemajuan Muhammadiyah. Ia berpandangan bahwa dakwah tidak seharusnya terbatas pada mimbar-mimbar ceramah, melainkan harus proaktif hadir di tengah komunitas-komunitas yang menghadapi tantangan nyata, termasuk di kalangan pelajar. βDakwah hari ini harus hadir memberikan solusi atas persoalan zaman. Ketika ancaman narkoba menyasar generasi muda, maka dakwah harus masuk ke sekolah-sekolah untuk membangun kesadaran, memperkuat karakter, dan menyelamatkan masa depan mereka. Inilah dakwah komunitas yang terus dikembangkan Muhammadiyah, dakwah yang mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan,β ujarnya.
Lebih lanjut, Muchamad Arifin menegaskan bahwa pelajar merupakan aset berharga bangsa yang wajib dijaga bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pihak sekolah, keluarga, organisasi keagamaan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





