Pengabdian di Osaka, Dosen Unismuh Angkat Budaya Nusantara sebagai Aset Ekonomi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - OSAKA, 25 Juli 2026 - Sejumlah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar menjalankan program pengabdian kepada masyarakat internasional di Japan Da'wah Centre, Osaka, Jepang. Kegiatan itu menempatkan budaya Nusantara sebagai modal sosial yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi, termasuk dalam pengembangan sektor halal.
Forum berbagi pengetahuan ini digelar dengan tema tentang jejak budaya Nusantara dalam penguatan kapasitas ekonomi komunitas. Perspektif yang dibawa tidak berhenti pada promosi budaya, tetapi mengaitkannya dengan cara komunitas diaspora dan masyarakat Muslim memanfaatkan nilai budaya sebagai sarana membangun jejaring, kepercayaan, dan aktivitas ekonomi yang sehat.
Delegasi Unismuh dipimpin Muchriana Muchran dengan melibatkan sejumlah akademisi FEB, antara lain A Ifayani Haanurat, Linda Arisanty Razak, Sahabuddin Nanda, Ismail Badollahi, Idil Rakhmat Susanto, Wa Ode Rayyani, Zalkha Soraya, M Yusuf K, Sherry Adelia Natsir, dan Andi Hakib. Keterlibatan banyak dosen menunjukkan bahwa internasionalisasi pengabdian tidak dijalankan secara simbolik, tetapi melibatkan jejaring keilmuan yang cukup luas.
Program ini juga dilaksanakan secara kolaboratif bersama delapan perguruan tinggi Indonesia. Selain Unismuh Makassar, kegiatan diikuti Universitas Hasanuddin, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Muhammadiyah Buton, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Berau, dan STAI DDI Maros.
Bagi Unismuh, pengabdian di Osaka ini mempertegas bahwa kerja akademik internasional dapat disusun dari tema yang dekat dengan identitas bangsa sendiri. Budaya Nusantara tidak diposisikan sebagai ornamen, tetapi sebagai sumber nilai yang dapat memperkuat relasi sosial, memperluas peluang usaha, dan memberi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi halal di lingkungan global.
Kehadiran dosen-dosen Unismuh dalam forum ini sekaligus memperluas jejak kampus pada kerja sama internasional yang berorientasi manfaat. Pengalaman lintas negara seperti ini diharapkan memperkaya perspektif pengabdian, memperkuat reputasi kelembagaan, dan membuka peluang kolaborasi lanjutan yang berdampak bagi masyarakat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





