KKN-Dik Unismuh Benahi Bak Sampah dan Pasang Penanda 12 Lorong di Balang Caddi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, PANGKEP - Mahasiswa KKN-Dik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar membenahi bak sampah umum serta memasang papan nama pada 12 lorong di Pulau Balang Caddi, Jumat, 4 September 2026. Pekerjaan di Kelurahan Mattiro Bintang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, itu juga menghasilkan papan edukasi sampah dan identitas pengurus RT serta RW.
Sebanyak 15 mahasiswa terlibat dalam pengabdian tersebut. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Fisika. Kelompok dikoordinatori Muh Zaky Rahmat Dany S.
Pembenahan fasilitas persampahan disertai pemasangan informasi mengenai lamanya sejumlah jenis sampah anorganik terurai. Media tersebut mengajak warga memperhatikan kebiasaan membuang sampah karena permukiman mereka berdekatan dengan laut dan kawasan pesisir.
Pada penataan lorong, mahasiswa memilih nama yang dekat dengan lingkungan pulau. Penandanya antara lain menggunakan nama Manggis, Jambu, Anggrek, dan Bete-bete. Selain membantu pengenalan wilayah, pilihan nama itu mengangkat tanaman, bunga, buah, dan kekayaan laut yang dikenal masyarakat setempat.
Ketua RT 01 Pulau Balang Caddi Syamsul Yunus menilai pekerjaan mahasiswa menyentuh kebutuhan warga. Ia mengapresiasi penggabungan penataan fasilitas dengan pesan mengenai kebersihan pesisir.
“Kehadiran KKN-Dik Unismuh Makassar memberikan karya yang sangat bersentuhan dengan kebutuhan warga di pulau ini. Bukan hanya membantu menata lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama di kawasan pesisir,” ujar Syamsul.
Dosen Pembimbing Lapangan Irsan Kadir, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program disusun setelah mahasiswa mengamati kebutuhan dan potensi masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi dasar pemilihan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan warga secara langsung.
“Program kerja tidak semata-mata dibuat berdasarkan apa yang ingin dilakukan mahasiswa. Kami mendorong mereka untuk melihat kebutuhan masyarakat terlebih dahulu, kemudian mencari bentuk kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Kepala Kelurahan Mattiro Bintang Suwadi, S.Sos., turut mengapresiasi kegiatan yang sesuai dengan keadaan wilayah kepulauan. Menurutnya, edukasi sampah penting karena kehidupan warga berhubungan erat dengan lingkungan pesisir.
Irsan berharap fasilitas dan papan informasi yang telah dipasang tetap dirawat setelah mahasiswa menyelesaikan KKN-Dik. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pekerjaan fisik tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain penataan fasilitas, kelompok mahasiswa menjalankan kegiatan pendidikan di sekolah dan pengabdian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Pendampingan lapangan dilakukan oleh Irsan Kadir bersama Firdaus Rahim, S.Pd., M.Pd. Hasil yang dilaporkan pada program lingkungan berupa fasilitas yang dibenahi serta papan informasi dan penanda wilayah yang telah terpasang.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





