Pelatihan Kader Tarjih Enrekang Disiapkan untuk Menjawab Persoalan Keagamaan Kontemporer

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - ENREKANG, 25 Juli 2026 - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Enrekang menggelar Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Daerah di Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang. Agenda yang berlangsung selama dua hari, 25 sampai 26 Juli 2026, itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas kader dalam membaca dan menjawab persoalan keagamaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Lebih dari 80 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur majelis, lembaga, pimpinan cabang Muhammadiyah, dan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang. Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa pelatihan tidak hanya diposisikan sebagai forum internal majelis, tetapi juga sebagai ruang penguatan rujukan keagamaan bagi struktur Persyarikatan yang lebih luas.
Panitia menjelaskan bahwa materi pelatihan disusun untuk meneguhkan pemahaman tentang metodologi tarjih sebagai dasar istinbath hukum Islam. Penekanan utamanya ialah membentuk kader yang tidak berhenti pada semangat berdakwah, melainkan mampu menyampaikan jawaban keagamaan yang argumentatif, ilmiah, dan tetap berpijak pada Al-Qur'an serta As-Sunnah.
Bagi Muhammadiyah Enrekang, kebutuhan terhadap kader tarjih dinilai semakin mendesak karena masyarakat dihadapkan pada persoalan baru yang tidak selalu bisa dijawab hanya dengan pendekatan seremonial. Karena itu, pelatihan diarahkan agar peserta memahami cara berpikir manhaj tarjih, bukan sekadar menghafal kesimpulan-kesimpulan fikih.
Pemilihan Kampus I UNIMEN sebagai lokasi kegiatan juga menegaskan keterhubungan antara penguatan akademik dan penguatan ideologis Persyarikatan. Kampus dipakai bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan, tetapi sebagai ruang bertemunya tradisi ilmiah dengan kebutuhan dakwah praktis di tingkat daerah.
Melalui pelatihan ini, PDM Enrekang berharap lahir kader yang lebih siap menjadi rujukan ketika menghadapi isu ibadah, muamalah, maupun problem sosial-keagamaan kontemporer. Dengan bekal metodologis yang lebih kuat, kader diharapkan mampu menjaga corak tarjih Muhammadiyah yang rasional, berlandaskan dalil, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





