PDM Makassar Dorong Pemanfaatan AI dan Fiqih Informasi untuk Dakwah Digital

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Transformasi digital yang kian pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendekatan dalam berdakwah. Menyadari hal ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar melalui pengajian bulanannya mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat syiar Islam.
Dr. Ir. Nurdin Mappa, MP, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, menyampaikan materi bertajuk “Digitalisasi Dakwah: Membentengi Umat dengan Fiqih Informasi, Memperkuat Umat dengan AI”. Acara ini berlangsung di Masjid Darul Muttaqin, BTN Minasa Upa Blok A, Kota Makassar, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurut Nurdin Mappa, yang juga merupakan Dosen Unismuh Makassar, era digital saat ini menempatkan internet, telepon pintar, dan media sosial sebagai sumber informasi utama bagi hampir seluruh lapisan masyarakat. “Kondisi tersebut menjadikan media digital sebagai ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas dan efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode konvensional. Diperlukan kemasan digital yang relevan agar mampu menjangkau berbagai segmen jamaah, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi. “Pemanfaatan platform digital dinilai dapat memperluas jangkauan dakwah sekaligus meningkatkan interaksi dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi,” jelasnya.
Namun, derasnya arus informasi di ranah digital juga menimbulkan tantangan serius, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, umat memerlukan benteng kuat melalui penerapan Fiqih Informasi, sesuai dengan Keputusan Muhammadiyah Nomor 112/KEP/I.0/B/2025 tentang Fiqih Informasi, yang berakar dari hasil Musyawarah Tarjih Nasional ke-30 di Makassar.
Selain membahas digitalisasi dakwah, Nurdin Mappa juga mengupas berbagai alat (tools), alur kerja, dan contoh implementasi kecerdasan buatan dalam mendukung aktivitas dakwah. AI dipandang sebagai instrumen yang dapat membantu dalam penyusunan materi, pengelolaan konten digital, serta mempercepat dan mengefisienkan akses masyarakat terhadap informasi keislaman.
Penting ditekankan bahwa penggunaan AI dalam dakwah harus senantiasa berlandaskan prinsip, etika, dan tanggung jawab moral. Para mubalig Muhammadiyah di Kota Makassar dan pengelola media dakwah diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, menjaga akurasi informasi, dan memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman.
“Melalui pendekatan ini, digitalisasi dakwah tidak hanya menjadi sarana penyebaran pesan agama, tetapi juga menjadi upaya strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berakhlak di tengah derasnya arus informasi digital,” pungkas Nurdin Mappa.
Pengajian ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen Muhammadiyah, antara lain Ketua PDM Makassar, Ketua Majelis Tabligh PDM Makassar, Ketua PCM Minasa Upa Makassar, perwakilan PCM dan PRM, Ortom, para mubalig kota Makassar, pengurus masjid se-Kota Makassar, serta seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah.

