PDM Gowa Gelar Rakorda, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah di Era Digital

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - GOWA, 14 Mei 2024 - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa telah sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Acara ini berlangsung pada Kamis dan Jumat, 9-10 Juli 2026, di Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Pattallassang, Kabupaten Gowa. Rakorda bertujuan utama untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat tata kelola, serta merumuskan strategi komprehensif guna mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan kompetitif di tengah dinamika era digital.
Mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul, Berkemajuan, dan Berdaya Saing di Era Digital”, forum ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa. Selain melibatkan unsur Persyarikatan, Rakorda juga menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, serta Cabang Dinas Pendidikan, demi memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan.
Drs. H. Marwan Ma’ruf, M.Pd, selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gowa, menjelaskan bahwa seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah, termasuk sebagian lembaga pendidikan Aisyiyah, turut berpartisipasi dalam Rakorda ini. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang signifikan untuk mendorong kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Gowa. “Kami berharap rapat koordinasi ini bisa diikuti dari awal sampai akhir sehingga nanti menghasilkan keputusan-keputusan yang terkait dengan kemajuan lembaga kita,” tegas Marwan. Ia menambahkan, Rakorda juga menjadi momentum krusial untuk mempererat kolaborasi antara PDM, PCM, majelis, dan seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah, yang dinilai vital dalam mewujudkan program strategis Persyarikatan, yakni sekolah unggulan Muhammadiyah, menjelang Muktamar.
Ketua PDM Gowa, H. Ardan Ilyas, S.Pd.I., M.A., menggarisbawahi peran Rakorda sebagai sarana sosialisasi kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan penyelarasan program kerja pendidikan di daerah dengan kebijakan pemerintah. “Harapan kami tentu bagaimana tujuan rapat koordinasi ini tercapai, di antaranya mensosialisasikan kebijakan pusat, menyelaraskan program kerja, dan meningkatkan koordinasi serta sinergi,” ujar Ardan. Ia menekankan pentingnya sekolah Muhammadiyah dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki komitmen tinggi terhadap Persyarikatan. “Lahirkan kader-kader terbaik di sekolah-sekolah kita. Unggul dari sisi intelektualnya, unggul dari sisi moralitasnya, unggul dari segala-galanya,” serunya.
Ardan Ilyas menambahkan bahwa PDM Gowa terus berkomitmen mendorong percepatan pengembangan sekolah unggulan Muhammadiyah. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola sekolah yang efektif, dan penguatan aset pendidikan, agar mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Sementara itu, Abd Rahman, S.Ag., M.Ag., Ketua V Majelis Dikdasmen & PNF PWM Sulawesi Selatan, mengingatkan akan pentingnya peningkatan kualitas peserta didik sebagai amanah organisasi dan tanggung jawab keagamaan. Menurutnya, keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga menjadi salah satu indikator kunci keberhasilan kepemimpinan seorang kepala sekolah. Ia menyarankan agar sekolah Muhammadiyah mengimplementasikan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya penguatan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang dinilai selaras dengan karakter pendidikan Muhammadiyah. “Kalau di sekolah Muhammadiyah tidak ada gerakan salat berjamaah, bagaimana hampanya sekolah Muhammadiyah,” ungkap Abd Rahman, menyoroti esensi nilai keagamaan.
Abd Rahman lebih lanjut menjelaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik harus dilaksanakan secara terpadu, melibatkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berdaya saing tinggi di berbagai bidang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., mengajak seluruh pengelola sekolah Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam proses tersebut. Menurut Prof. Irwan, keunggulan khas sekolah Muhammadiyah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) dengan nilai-nilai budaya lokal. Integrasi ini, lanjutnya, menjadi pembeda sekaligus kekuatan kompetitif yang signifikan di era digital.
Rakorda ini dijadwalkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan dirumuskan melalui sidang komisi dan sidang pleno. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan penting bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Gowa, guna mempercepat lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing, serta memperkuat kontribusi Persyarikatan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





