PCM Gombong: Simbol Kekuatan Aset Persyarikatan dan Pelibatan Generasi Muda

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - KEBUMEN, 24 Mei 2024 - Kekayaan dan aset Persyarikatan Muhammadiyah tidak hanya terpusat di Pimpinan Pusat, melainkan tersebar luas hingga ke tingkat Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang, bahkan Ranting. Seluruh aset ini tetap berada dalam satu kepemilikan, yaitu Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satu contoh nyata kekuatan aset yang tersebar ini terlihat pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong, Kabupaten Kebumen.
PCM Gombong mengelola sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang signifikan, termasuk lima rumah sakit, lima klinik, dan satu universitas, yaitu Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo). Ketua PCM Gombong, Mohammad Yahya Fuad, mengungkapkan pada Ahad (19/7) di Unimugo, bahwa omset dari lima rumah sakit dan lima klinik tersebut mencapai sekitar 450 miliar per tahun. “Ada lima rumah sakit dan lima klinik dengan omset sekitar 450 miliar per tahun. Omsetnya 450 miliar, tapi jangan ditanya hutangnya berapa,” ujar Fuad.
Kelima rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan PCM Gombong tersebar di empat kabupaten berbeda. Rumah sakit tersebut meliputi RS PKU Muhammadiyah Gombong yang bertipe B, RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, dan RSU Aisyiyah Purworejo. Lokasi-lokasi ini mencakup Kabupaten Kebumen, Banyumas, dua di Cilacap, dan Kabupaten Purworejo. Selain AUM di bidang kesehatan dan pendidikan, PCM Gombong juga memiliki unit usaha lain seperti Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi, serta beberapa minimarket dan unit usaha lainnya.
Menggerakkan Kaum Muda, Mengembangkan Muhammadiyah
Meskipun memiliki aset yang masif, predikat “best of the best PCM se-Indonesia” yang diraih PCM Gombong dalam CRM Award VI tidak semata-mata didasarkan pada jumlah AUM yang dimiliki. Penilaian utama justru terletak pada perhatian dan pelibatan generasi muda dalam menggerakkan roda organisasi PCM Gombong. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Jamaludin Ahmad.
“Jumlah AUM, lima rumah sakit dan satu universitas itu bukan penilaian utama yang kami lakukan,” kata Jamal. Ia menambahkan, pihaknya sangat gembira melihat keterlibatan aktif anak-anak muda dalam persiapan penyelenggaraan CRM Award VII yang akan dilaksanakan di Gombong pada Januari 2027 mendatang.
Menindaklanjuti hal tersebut, LPCRPM PP Muhammadiyah telah menetapkan kebijakan baru setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Purwokerto pada tahun 2023. Kebijakan ini mengarahkan agar kepengurusan LPCRPM di setiap tingkatan melibatkan setidaknya 40 persen anak muda yang berusia di bawah 40 tahun. Selain itu, kriteria penilaian lain dalam CRM Award adalah dampak kemajuan suatu Cabang atau Ranting terhadap Cabang dan Ranting di sekitarnya, mengingat kemajuan harus dicapai secara kolektif.
Tak Hanya Gombong
LPCRPM PP Muhammadiyah telah menyelenggarakan CRM Award sebanyak enam kali hingga tahun 2026. Agenda rutin ini memberikan gambaran tentang sebaran Cabang dan Ranting Muhammadiyah terbaik di seluruh Indonesia, yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. CRM Award pertama kali diselenggarakan di PCM Babat, Kabupaten Lamongan, yang juga memiliki aset signifikan seperti dua rumah sakit, perumahan, dan unit usaha lainnya.
Beberapa PCM lain yang juga menonjol dalam ajang penghargaan ini antara lain PCM Gunungpring di Magelang, PCM Limbung di Gowa, PCM Sepanjang-Taman di Sidoarjo, PCM Ilir Timur 1 di Palembang, PCM Banjarmasin, PCM Cileungsi, PCM Prambanan, PCM GKB Gresik, PCM Rappang, PCM Rawamangun di Pulogadung, dan PCM Minggir di Sleman. Daftar ini menunjukkan bahwa semangat pengembangan dan inovasi Muhammadiyah tersebar merata di berbagai penjuru negeri.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





