Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Teguhkan Peran Perempuan Muda di Milad ke-95

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan menggelar Tasyakuran Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Minggu, 7 Juni 2026.
Agenda tersebut dirangkaikan dengan Closing Ceremony Musyawarah Kerja Wilayah II PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel. Kegiatan ini diikuti kader dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, unsur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan.
Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Darnawati Rajab, mengatakan Milad ke-95 menjadi pengingat bagi kader perempuan muda Muhammadiyah untuk terus mengambil peran sebagai agen transformasi sosial. Ia menegaskan bahwa gerakan Nasyiatul Aisyiyah harus terus tumbuh, memberi manfaat, dan hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
Darnawati menyampaikan bahwa kebermanfaatan merupakan ruh gerakan Nasyiatul Aisyiyah. Ia mengaitkan semangat itu dengan makna logo organisasi yang mencerminkan nilai inklusif, terbuka, dan tidak eksklusif.
Menurutnya, Nasyiatul Aisyiyah perlu menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda yang ingin memperkuat kapasitas diri, memperluas jejaring, dan memberi dampak sosial. Karena itu, agenda milad tidak hanya dipahami sebagai seremoni ulang tahun organisasi, tetapi juga sebagai momentum memperbarui komitmen dakwah dan kaderisasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Dr. Mahmudah, menyampaikan bahwa Nasyiatul Aisyiyah hadir untuk menjalankan misi peradaban. Ia berharap Nasyiah terus memberi ruang bagi gerakan perempuan muda Muhammadiyah dan menjadi pelopor dalam dakwah serta gerakan perempuan.
Mahmudah menilai kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki tanggung jawab menjaga kesinambungan gerakan dakwah Muhammadiyah. Identitas tersebut perlu diterjemahkan dalam aktivitas sosial, pendidikan, advokasi, dan kerja-kerja pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan umat.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Dr. Mawardi Pewangi, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun kualitas generasi muda perempuan melalui program pendidikan, sosial, dakwah, dan kaderisasi.
Mawardi berharap momentum milad memperkuat semangat kader untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Ia juga menegaskan harapan Muhammadiyah agar Nasyiah sebagai bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah dapat menyempurnakan gerakan Persyarikatan dan menjadi pelopor dalam proses kaderisasi.
Tasyakuran Milad ke-95 ini sekaligus menutup rangkaian Musykerwil II PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel. Melalui forum tersebut, Nasyiatul Aisyiyah Sulsel mempertegas arah geraknya: perempuan muda yang berkemajuan, inklusif, dan siap menjawab tantangan sosial dengan kerja nyata.



