Muhammadiyah Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional, Tekankan Diversifikasi Komoditas

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - PEKALONGAN, Minggu (19/7/2020) - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya terhadap penguatan kedaulatan pangan nasional melalui kegiatan panen jagung di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada Ahad, 19 Juli 2020 ini merupakan inisiatif kolaboratif antara MPM PP Muhammadiyah dengan MPM dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat, serta Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Pekalongan.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini lebih dari sekadar simbolis. Menurutnya, ini adalah wujud nyata upaya Muhammadiyah dalam mendukung gerakan kemandirian pangan bangsa Indonesia. "Bangsa yang mampu mandiri di dalam sektor pangan, maka bangsa itu akan memiliki kekuatan kedaulatan yang sangat kuat," ujar Yamin.
Sebagai organisasi yang telah hadir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Yamin menjelaskan, salah satu strategi utama dalam gerakan ini adalah mengkonsolidasikan Jamaah Tani Muhammadiyah. "Dalam Gerakan Kedaulatan Pangan itu, salah satunya adalah mengkonsolidasikan Jamaah Tani Muhammadiyah. Dengan kekuatan Jamaah Tani Muhammadiyah, dengan bekerja sama dengan para pihak, insyaallah kedaulatan pangan di Indonesia semakin mampu kita wujudkan," tambahnya.
Yamin berharap agar konsolidasi gerakan JATAM dapat diikuti oleh seluruh struktur kepemimpinan Muhammadiyah, mulai dari tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, hingga Ranting. Pelibatan jaringan yang luas ini diharapkan juga mendorong diversifikasi komoditas yang dikelola. Menurutnya, keberagaman produk pangan sangat penting sebagai fondasi kekuatan untuk kemandirian pangan Indonesia.
Senada dengan harapan tersebut, Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari, menekankan pentingnya pelibatan generasi muda. Ia berharap anak-anak muda yang inovatif dan kreatif dapat aktif diterjunkan di lapangan untuk mendukung upaya ini. "Terima kasih telah memberi kesempatan bagi anak-anak kami untuk berinovasi. Jadi bukan hanya tempatnya di masjid, mushola. Tapi juga berada di sawah, di ladang, di pantai, di gunung, dan dimana saja berada. Muhammadiyah selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat," kata Mulyono.
Panen jagung ini dilaksanakan di lahan seluas 3,8 hektar, dari total 4 hektar lahan yang disediakan oleh Pemerintah Desa setempat. Adapun jenis jagung yang dipanen adalah Macho 135.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





