Muhammadiyah dan Tanzania Jajaki Kolaborasi Pendidikan Strategis

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, 22 Juli 2020 - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Persatuan Tanzania, Tri Yogo Jatmiko, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu itu membahas potensi perluasan kerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Tri Yogo Jatmiko, yang juga merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi, dan East African Community, menggarisbawahi posisi strategis Tanzania di kawasan Afrika Timur. Ia menjelaskan, Tanzania memiliki sejarah panjang perkembangan Islam, masyarakat yang harmonis, serta populasi Muslim yang signifikan. Menurutnya, masyarakat Muslim di Tanzania memiliki pandangan yang positif terhadap Indonesia, terutama terhadap Muhammadiyah.
Pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola sektor pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai amal usaha dipandang sebagai model yang relevan dan layak untuk dipelajari serta dikembangkan di Tanzania. “Muhammadiyah dipandang sebagai organisasi Islam yang berhasil mengembangkan pendidikan dan pelayanan sosial secara modern. Model seperti ini menjadi sesuatu yang ingin dipelajari oleh mitra-mitra kita di Tanzania,” ungkap Tri Yogo.
Tri Yogo menambahkan bahwa kerja sama di bidang pendidikan telah dimulai. Sejumlah dosen dari Muslim University of Morogoro telah mengikuti program pembelajaran di beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah di Jakarta dan Makassar, dengan dukungan dari Asia Muslim Charity Foundation. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat diperluas melalui program beasiswa doktoral, pertukaran dosen, penelitian bersama, serta pengiriman profesor Muhammadiyah sebagai dosen tamu.
Selain itu, ia juga menyampaikan hasil audiensi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait rencana pembukaan kelas Bahasa Indonesia di Morogoro. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi calon mahasiswa Tanzania yang berencana melanjutkan studi di Indonesia. Tri Yogo juga mendorong upaya penyederhanaan proses visa dan izin tinggal guna memudahkan mahasiswa asing menempuh pendidikan di Indonesia.
Menanggapi peluang kerja sama tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan apresiasi dan sambutan positif. Syafiq menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) yang siap untuk membangun kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan di Tanzania. Ia menjelaskan mekanisme formal untuk inisiasi kerja sama.
“Silakan pihak universitas di Tanzania menyampaikan surat resmi kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dari sana kita dapat memetakan kebutuhan dan menindaklanjuti bentuk kerja sama yang paling sesuai,” ujar Syafiq. Ia menambahkan, mekanisme kelembagaan ini akan mempermudah penyusunan program kerja sama yang efektif, baik dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan kapasitas akademik.
Syafiq A. Mughni juga menyampaikan harapan agar semakin banyak mahasiswa asal Tanzania yang menempuh pendidikan di PTMA. Menurutnya, para lulusan tersebut tidak hanya akan menjadi alumni, tetapi juga diharapkan dapat berperan sebagai jembatan yang mempererat hubungan antara Muhammadiyah dengan masyarakat Tanzania. “Kami berharap mahasiswa Tanzania yang belajar di PTMA kelak dapat menjadi mitra Muhammadiyah di negaranya. Bahkan, jika Allah menghendaki, mereka dapat menginisiasi lahirnya jejaring, komunitas, hingga Cabang Istimewa Muhammadiyah di Tanzania sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan,” pungkasnya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





