Muhammadiyah Berkontribusi dalam Diskusi Kesehatan Mental Komunitas Muslim Inggris

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - LONDON, 25 November 2023 - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia mencatatkan kehadirannya sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia dalam National Muslim Mental Health Summit. Acara penting ini diselenggarakan oleh Muslim Council of Britain (MCB) di University of East London pada Sabtu (18/7) lalu.
Forum tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 400 partisipan, meliputi perwakilan organisasi Muslim di Britania Raya, praktisi kesehatan mental, pembuat kebijakan, akademisi, serta berbagai lembaga layanan kesehatan mental berbasis komunitas. Mereka berkumpul untuk secara kolektif mengidentifikasi dan mendiskusikan beragam tantangan serta merumuskan solusi atas isu kesehatan mental yang dihadapi oleh komunitas Muslim di Inggris.
Serangkaian agenda krusial dibahas dalam pertemuan ini. Pembahasan mencakup lokakarya tentang neurodiversitas, upaya penguatan dukungan pendanaan bagi penyedia layanan kesehatan mental seperti Muslim Youth Helpline, serta strategi pemanfaatan teknologi dan kebijakan publik guna memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat Muslim. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan direktori daring pertama yang menghimpun penyedia layanan kesehatan mental khusus bagi komunitas Muslim di Britania Raya.
Data yang disajikan selama forum menyoroti kesenjangan akses yang signifikan terhadap layanan kesehatan mental. Dari sekitar empat juta Muslim yang bermukim di Inggris, hanya 2,6 persen pasien Muslim yang dirujuk ke layanan NHS Talking Therapies pada periode 2021-2022 yang berhasil menuntaskan seluruh proses terapi. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Muslim Youth Helpline terhadap lebih dari 1.000 Muslim berusia 16-30 tahun menunjukkan bahwa hanya 13 persen responden yang memiliki kebutuhan kesehatan mental pernah berkonsultasi dengan konselor profesional.
Wajid Akhter, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain, menyatakan bahwa krisis kesehatan mental yang melanda komunitas Muslim di Britania Raya telah melampaui kapasitas respons yang ada saat ini. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan pendanaan yang lebih memadai, kolaborasi erat antara masjid, organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan pengembang teknologi, serta perumusan kebijakan publik yang secara eksplisit menempatkan kesehatan mental Muslim sebagai bagian integral dari agenda kesehatan nasional.
Menanggapi partisipasi Muhammadiyah, Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengungkapkan bahwa forum tersebut telah memperkaya wawasan mengenai urgensi kesehatan mental dalam kehidupan masyarakat Muslim. “Hari ini saya banyak belajar tentang kesehatan mental, tidak hanya dari perspektif agama, tetapi juga berdasarkan data dan hasil riset yang komprehensif,” ujarnya.
Menurut Ince, keterlibatan Muhammadiyah dalam forum lintas komunitas semacam ini merupakan bagian dari upaya persyarikatan untuk memperluas jaringan dakwah, sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam isu-isu kemanusiaan di kancah global. Ia menambahkan, “Partisipasi ini juga menjadi ruang belajar bagi Muhammadiyah untuk memperkaya perspektif dalam merespons isu kesehatan mental, sehingga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi penguatan layanan dan edukasi kesehatan mental di lingkungan masyarakat, termasuk di Indonesia.”
Sebagai informasi tambahan, Muslim Council of Britain adalah organisasi payung Muslim terbesar di Britania Raya, yang membawahi lebih dari 500 organisasi anggota, termasuk masjid, sekolah, lembaga amal, serta berbagai jaringan profesional Muslim.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





