Muhammadiyah Ajak Waspadai Isu LGBTQ, Tawarkan Pendekatan Rehabilitasi Sosial

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Senin, 6 Juli -- Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rofiq Muzakir, menyatakan bahwa isu LGBTQ merupakan salah satu "penyakit" yang kini dihadapi dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Pengajian Karyawan PP Muhammadiyah yang berlangsung di Yogyakarta.
Dalam paparannya, Rofiq Muzakir mengawali dengan refleksi mengenai urgensi internasionalisasi Muhammadiyah. Menurutnya, kondisi global saat ini memerlukan kehadiran Islam sebagai penawar atas berbagai persoalan. "Kasian dunia sekarang, mereka sedang sakit, dan tanpa Islam dunia sekarang kasian," ungkap Ustaz Rofiq, menggambarkan betapa krusialnya peran Islam dalam konteks global.
Isu LGBTQ, lanjut Rofiq, menjadi salah satu tantangan serius yang tidak hanya melanda dunia internasional, tetapi juga berpotensi terjadi di lingkungan terdekat, termasuk Indonesia. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh persoalan ini. "Ini bukan masalah yang jauh, tapi ini sangat dekat. Bahkan bisa saja terjadi di ponakan, bahkan anak-anak kita," tegasnya, mendorong kesadaran kolektif untuk mewaspadai fenomena tersebut.
Muhammadiyah, melalui pandangan Islam Berkemajuan yang berlandaskan tauhid murni dan fungsional, diharapkan dapat menjadi solusi atau bahkan penyembuh bagi "penyakit" yang mendera dunia. Meskipun demikian, sesuai Fatwa Tarjih, kelompok LGBTQ tidak boleh dibenci atau dikucilkan dari pergaulan sosial, sebab mereka tetap memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan anggota masyarakat.
Pendekatan yang dianjurkan dalam menangani isu LGBTQ adalah melalui rehabilitasi. Tujuannya adalah membantu individu agar dapat kembali normal secara seksual. Penanganan komprehensif ini, menurut Muhammadiyah, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





