Mahasiswa BKPI Unismuh Makassar Implementasikan Ilmu dalam Pendampingan Enam Komunitas

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 20 Juni 2026 - Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Muhammadiyah Makassar telah merampungkan serangkaian kegiatan pendampingan komunitas sebagai bagian dari praktik mata kuliah Bimbingan dan Konseling (BK) Komunitas. Kegiatan ini berlangsung secara bertahap pada 9, 12, 15, dan 18 Juni 2026, melibatkan enam komunitas mitra di wilayah Makassar dan Gowa, sebagai upaya nyata mengintegrasikan teori perkuliahan dengan pengalaman praktis di lapangan.
Di bawah arahan dosen pengampu, Ratna Wulandari, S.Pd., M.Pd., para mahasiswa memulai praktik ini dengan melakukan asesmen komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik, potensi, serta tantangan yang dihadapi oleh masing-masing komunitas. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap mitra. Pelaksanaan program bimbingan ini tersebar di berbagai lokasi, termasuk fasilitas multimedia dan sekretariat komunitas yang menjadi tempat praktik.
Enam komunitas yang berpartisipasi dalam program pendampingan ini adalah Rumah Belajar Kita (RAKIT) Gowa, Lentera Educare, Toastmasters, Mabicara Community, Antropos, dan KOADS. Setiap kelompok mahasiswa merancang dan melaksanakan intervensi bimbingan yang relevan berdasarkan temuan asesmen lapangan mereka.
Di Rumah Belajar Kita (RAKIT) Gowa, mahasiswa memperkenalkan teknik metafora benda saku untuk mendorong pengurus mengembangkan perspektif kreatif dalam mengelola dinamika organisasi. Sementara itu, di Lentera Educare, terapi seni dimanfaatkan sebagai sarana refleksi dan pengelolaan emosi bagi para relawan, bertujuan mengurangi kejenuhan dalam aktivitas sosial mereka.
Untuk komunitas Toastmasters, fokus pendampingan adalah layanan bimbingan kelompok yang membahas pembagian peran dan komunikasi organisasi, guna memperkuat koordinasi antar pengurus. Di Mabicara Community, mahasiswa memfasilitasi sesi sharing and support circle, menciptakan ruang aman bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan mempererat ikatan relasi.
Selanjutnya, komunitas Antropos mendapatkan pendampingan berupa pengenalan teknik free writing sebagai media ekspresi gagasan dan untuk mengatasi hambatan dalam proses kreatif menulis. Di KOADS, mahasiswa menyelenggarakan psikoedukasi tentang pola asuh anak dengan Down Syndrome, menggunakan aktivitas menyusun puzzle sebagai metode pembelajaran interaktif bagi para orang tua.
Ratna Wulandari, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah BK Komunitas, menyampaikan apresiasinya terhadap terlaksananya praktik ini. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan wadah pembelajaran esensial bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Praktik BK Komunitas merupakan implementasi nyata dari keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dapat diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai komunitas,” ungkap Ratna.
Ratna berharap pengalaman lapangan ini akan membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional yang lebih kuat sebagai calon konselor. Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan semakin sensitif terhadap kebutuhan masyarakat, mampu menjembatani teori dengan realitas di lapangan, serta menguasai keterampilan asesmen, komunikasi, observasi, dan perumusan rekomendasi layanan yang relevan dengan kebutuhan komunitas. “Pengalaman ini diharapkan membentuk sikap profesional, empati, tanggung jawab, dan komitmen mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan praktik BK Komunitas ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif yang konkret bagi komunitas mitra, antara lain melalui penguatan kapasitas organisasi, peningkatan kualitas interaksi antaranggota, serta pengembangan potensi yang ada di setiap komunitas.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





