PDM Tana Toraja Lepas 56 Atlet Tapak Suci untuk Berlaga di Kejuaraan Nasional Parepare

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - TANA TORAJA, Kamis (9/7/2026) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tana Toraja telah secara resmi melepas kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah (PD) 152 Tana Toraja untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Parepare Championship III/Piala Kementerian Kebudayaan RI. Acara pelepasan berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Tana Toraja, dipimpin langsung oleh Ketua PDM Tana Toraja, Drs. Ahmad Gazali. Kontingen berjumlah 56 atlet ini membawa misi ganda: meraih prestasi di kancah nasional dan sekaligus menjadi duta yang merepresentasikan karakter Islami, sportivitas, serta akhlak mulia sebagai kader Muhammadiyah.
Sebanyak 56 atlet tersebut terdiri dari 11 atlet usia dini, 14 atlet praremaja, 28 atlet remaja, dan 3 atlet dewasa. Mereka didampingi oleh sejumlah pelatih dan ofisial. Prosesi pelepasan dihadiri oleh jajaran PDM Tana Toraja, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, para orang tua atlet, serta warga Persyarikatan, menunjukkan dukungan moral yang kuat bagi para peserta.
Muhammad Parinding, S.E., selaku Ketua Tim Kontingen, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan keberangkatan kontingen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa dukungan dari pimpinan, orang tua atlet, dan seluruh warga Persyarikatan menjadi fondasi penting yang memastikan kontingen dapat berangkat dengan persiapan yang optimal.
"Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama kami. Semoga semangat ini terus terjaga untuk mendukung pembinaan atlet Tapak Suci di masa mendatang," ujar Parinding.
Sumartin, S.E., M.Si., Ketua Pimda 152 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tana Toraja, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Parepare Championship III merupakan bagian integral dari program pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa ini adalah ajang nasional kelima yang diikuti oleh Tapak Suci Tana Toraja selama periode kepengurusan 2020-2025.
"Kegiatan kali ini adalah kegiatan yang kelima sejak periode kepengurusan kami. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet terus berjalan dan berkembang," kata Sumartin. Ia menambahkan, Tapak Suci Tana Toraja secara konsisten berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan, baik yang diselenggarakan oleh Perguruan Tapak Suci sendiri maupun kompetisi pencak silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Beberapa atletnya bahkan telah dipercaya untuk mewakili Kabupaten Tana Toraja dalam ajang Pra Porprov, Porprov, hingga Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Sumartin, keberangkatan 56 atlet ini tidak lepas dari dukungan penuh kader Muhammadiyah dan masyarakat luas. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mempersiapkan kontingen hingga siap bersaing di tingkat nasional.
"Saya yakin orang-orang Muhammadiyah, ketika diminta berjihad dalam kebaikan, pasti merespons secara positif. Inilah bukti bahwa warga Muhammadiyah ingin menghidupkan Muhammadiyah," tuturnya. Ia juga memberikan pesan penting kepada para atlet untuk senantiasa menjaga nama baik Muhammadiyah selama kompetisi. Sumartin menegaskan bahwa prestasi harus selalu selaras dengan kedisiplinan, akhlak mulia, dan ketaatan beribadah.
"Mari tetap menjaga perilaku kita sebagai anak-anak Muhammadiyah. Prestasi harus berjalan seiring dengan iman dan akhlak," tegasnya.
Dalam arahannya, Ketua PDM Tana Toraja, Drs. Ahmad Gazali, menekankan bahwa Tapak Suci bukan sekadar tempat melatih bela diri. Lebih dari itu, Tapak Suci adalah wadah strategis untuk pembinaan kader Muhammadiyah yang memiliki disiplin tinggi, karakter kuat, dan akhlak mulia. Ia mengingatkan para atlet bahwa mereka membawa amanah besar, mewakili nama Tapak Suci, Muhammadiyah, dan Kabupaten Tana Toraja. Oleh karena itu, seluruh kontingen diminta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan persaudaraan sepanjang kejuaraan.
"Kita tidak hanya ingin meraih prestasi, tetapi juga ingin memperlihatkan kejujuran, sportivitas, dan akhlak yang baik. Apa artinya juara jika tidak diraih dengan jujur dan sportif," kata Ahmad Gazali. Ahmad Gazali juga meminta para pelatih dan ofisial untuk memberikan pendampingan optimal selama kejuaraan. Ia menggarisbawahi bahwa kesiapan mental dan spiritual memiliki peran yang sama krusialnya dengan kemampuan teknik dalam menentukan keberhasilan atlet di arena pertandingan.
Sebagai penutup acara, Drs. Ahmad Gazali secara simbolis melepas kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah PD 152 Tana Toraja menuju Parepare. Pelepasan ditandai dengan pembacaan basmalah dan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, serta kemampuan bagi seluruh atlet untuk mengharumkan nama Muhammadiyah dan Kabupaten Tana Toraja.
Keikutsertaan Tapak Suci Tana Toraja dalam Parepare Championship III diharapkan tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga memperkuat pembinaan kader muda Muhammadiyah yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing. Lebih jauh, ajang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi melalui olahraga, sembari tetap memegang teguh nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





