Majelis Tarjih Muhammadiyah Sulawesi Selatan Petakan Arah Program dan Kebutuhan Kader

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Ahad, 12 Juli 2026 - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MTT PWM) Sulawesi Selatan telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MTT PDM) se-Sulawesi Selatan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan kondisi organisasi, mengevaluasi program yang telah berjalan, menyelaraskan rencana kerja ke depan, serta mengidentifikasi kebutuhan pendampingan bagi majelis di tingkat daerah.
Kegiatan Rakorwil didukung oleh data komprehensif yang berhasil dihimpun dari 19 MTT PDM di seluruh Sulawesi Selatan. Data tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari struktur organisasi, status kepengurusan, daftar program yang telah dilaksanakan, rencana kegiatan yang akan datang, kondisi terkini kader, hingga bentuk-bentuk pendampingan spesifik yang diharapkan dari MTT PWM Sulawesi Selatan.
Perkembangan Program Ketarjihan di Daerah
Dari hasil pendataan, terlihat bahwa implementasi program ketarjihan di tingkat daerah menunjukkan variasi. Empat MTT PDM melaporkan bahwa program kerja mereka telah berjalan dengan baik, sementara sembilan daerah lainnya telah melaksanakan sebagian dari program yang direncanakan. Satu daerah masih dalam tahap perencanaan program, dan empat daerah lainnya belum memulai pelaksanaan program secara khusus.
Berbagai kegiatan telah diinisiasi oleh MTT PDM, meliputi pengajian dan halaqah tarjih, sosialisasi putusan tarjih, kajian hisab dan ilmu falak, penentuan arah kiblat, serta penyelenggaraan Musyawarah Daerah Tarjih. Upaya penguatan materi ketarjihan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan majelis, lembaga, cabang, ranting, organisasi otonom, dan amal usaha Muhammadiyah.
Beberapa daerah juga telah merancang program unggulan. MTT PDM Enrekang berencana mengadakan Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Daerah pada 25-26 Juli 2026. Sementara itu, MTT PDM Pangkep tengah menyiapkan program Sekolah Tarjih, dan MTT PDM Makassar merencanakan kelanjutan Pengajian Tarjih serta Musyawarah Daerah Tarjih. Daerah-daerah lain juga merencanakan kegiatan seperti halaqah, sosialisasi tarjih, pengajian rutin, penerbitan buletin dakwah, dan kaderisasi tarjih.
Urgensi Kaderisasi dan Peningkatan Kapasitas
Hasil pendataan Rakorwil secara jelas menunjukkan bahwa kebutuhan pendampingan terbesar dari MTT PDM adalah Pelatihan Kader Tarjih, yang diusulkan oleh 11 daerah. Kebutuhan penting berikutnya adalah penyelenggaraan Musyawarah Daerah Tarjih, yang diajukan oleh 7 daerah. Selain itu, 6 daerah membutuhkan pendampingan dalam sosialisasi tarjih, 6 daerah mengusulkan pelatihan hisab dan IPTEK, dan 3 daerah memerlukan dukungan untuk penyelenggaraan halaqah tarjih.
Data ini menegaskan bahwa kaderisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan yang paling mendesak di Majelis Tarjih tingkat daerah. Oleh karena itu, program pendampingan dari MTT PWM Sulawesi Selatan akan difokuskan pada pembinaan kader, peningkatan kemampuan instruktur, penguatan pemahaman Manhaj Tarjih, serta penyebarluasan putusan-putusan resmi Muhammadiyah kepada khalayak luas.
Tantangan dalam Pengembangan Majelis Tarjih Daerah
Rakorwil juga berhasil mengidentifikasi sejumlah tantangan signifikan yang dihadapi oleh MTT PDM. Tantangan-tantangan tersebut meliputi keterbatasan jumlah kader tarjih yang mumpuni, belum aktifnya seluruh unsur kepengurusan, kesibukan para pengurus, lemahnya koordinasi internal, belum tersusunnya program kerja secara sistematis, serta kurangnya dokumentasi dan pelaporan kegiatan.
Di beberapa daerah, kegiatan ketarjihan masih harus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Majelis Tabligh atau lembaga lain karena adanya keterbatasan pengurus. Kondisi geografis yang menantang, luasnya wilayah pelayanan, dan minimnya kader yang memiliki kompetensi spesifik di bidang ketarjihan turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan program.
Meskipun demikian, sejumlah MTT PDM telah menunjukkan inisiatif yang baik melalui penyelenggaraan pengajian rutin, sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal, kajian fikih, halaqah tarjih, serta pembinaan mubalig dan kader muda Muhammadiyah.
Memperkuat Jaringan Tarjih yang Responsif
Melalui Rakorwil ini, MTT PWM Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk membangun pola koordinasi yang lebih teratur dan efektif. Tujuannya adalah memperkuat sinergi antara majelis di tingkat wilayah dan daerah, serta memastikan bahwa program-program ketarjihan dapat hadir secara nyata dan memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan jaringan tarjih yang aktif, responsif, dan berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Dengan koordinasi yang lebih baik, MTT diharapkan mampu memperluas pemahaman keagamaan yang berlandaskan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, meningkatkan kualitas kader dan mubalig, serta merespons berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di masyarakat. Rakorwil juga menekankan pentingnya dokumentasi dan pelaporan program secara terstruktur agar setiap kegiatan dapat dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





