Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan Konstruksi

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Percontohan terkait Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi standar kerja profesional di sektor konstruksi.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 22 sampai 24 Juni 2026, di Ruang i-Gift Theatre Unismuh Makassar. Pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa dan alumni Fakultas Teknik dari program studi yang berhubungan dengan konstruksi dan pembangunan, dengan fokus pada penguatan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan kerja.
Program ini mempertemukan peran kampus dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami aspek keselamatan kerja secara menyeluruh. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, penguasaan prinsip keselamatan menjadi syarat penting untuk menjaga mutu pekerjaan sekaligus menekan risiko kecelakaan.
Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., menilai kolaborasi tersebut penting karena memberi nilai tambah nyata bagi lulusan. Menurutnya, pengakuan kompetensi melalui sertifikasi membuat lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menegaskan bahwa Fakultas Teknik ingin melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja dengan standar profesional yang jelas. Sertifikasi dinilai dapat memperkuat posisi lulusan ketika berhadapan dengan tuntutan proyek konstruksi yang semakin ketat dari sisi kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas pekerjaan.
Selama pelatihan, peserta menerima materi tentang prinsip-prinsip SMKK, budaya keselamatan kerja, identifikasi bahaya di area konstruksi, pemetaan risiko, hingga langkah pengendalian yang harus diterapkan pada setiap tahapan proyek. Materi ini disusun agar peserta memahami keselamatan bukan sebagai pelengkap administratif, melainkan bagian inti dari manajemen proyek.
Setelah sesi pembekalan, peserta mengikuti asesmen kompetensi oleh asesor bersertifikat. Proses ini dipakai untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi dan penerapannya dalam situasi kerja yang riil. Dengan mekanisme itu, sertifikat yang diterima peserta tidak berhenti sebagai formalitas, tetapi menjadi penanda kompetensi yang sudah diuji.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Siti Nurrusiah, S.T., M.T., menekankan bahwa budaya keselamatan perlu dibangun sejak calon tenaga kerja masih berada di lingkungan kampus. Menurut dia, mahasiswa konstruksi harus dibiasakan memahami bahwa keselamatan, kesehatan kerja, dan kualitas hasil pekerjaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi pemaparan materi, diskusi, dan asesmen. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta yang dinyatakan kompeten, disertai harapan agar kerja sama serupa terus dilanjutkan dengan cakupan materi yang lebih luas. Bagi Unismuh Makassar, pelatihan ini mempertegas komitmen kampus untuk menyiapkan lulusan teknik yang tersertifikasi, siap kerja, dan mampu berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.





