Ma'had Mohammed VI Maroko, Pusat Studi Al-Qur'an dan Qira'at Dunia, Buka Beasiswa Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Ma'had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah, sebuah institusi pendidikan terkemuka yang berlokasi di Rabat, ibu kota Maroko, secara khusus mendedikasikan diri pada khazanah ilmu qira’at dan studi Al-Qur’an. Kehadiran ma'had ini menjadi mercusuar penting di tengah upaya pelestarian dan pengembangan ilmu-ilmu Al-Qur'an.
Institusi ini didirikan sebagai respons strategis terhadap penurunan ilmu qira’at pada abad ke-20. Tujuannya adalah mencetak bibit-bibit qari dan ulama yang kompeten, membekali mereka dengan metodologi penelitian ilmiah, dan memastikan kelestarian wahyu ilahi. Ma'had Mohammed VI beroperasi di bawah naungan Kementrian Wakaf dan Urusan Islam Maroko, menunjukkan perhatian langsung negara terhadap para penghafal Al-Qur’an yang ingin mendalami keilmuan klasik Islam atau turats dengan pendekatan riset akademis modern.
Secara historis, Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah resmi berdiri pada 2 Mei 2013, melalui dekret kerajaan atau Zhahir Syarif nomor 1.13.50 yang diterbitkan oleh Raja Muhammad VI pada tanggal 21 Jumadil Akhir 1434 Hijriah. Sejak pendiriannya, ma'had ini berhasil mengumpulkan sejumlah besar ulama spesialis Al-Qur’an dan Qira’at, menciptakan lingkungan ilmiah dan moral yang kondusif bagi para penuntut ilmu.
Dalam struktur pendidikan tinggi Maroko, Ma’had Mohammed VI menempati posisi istimewa. Secara administrasi, institusi ini berada di bawah payung Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, yang dikenal sebagai universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini.
Kurikulum akademis di Ma’had Mohammed VI dirancang secara komprehensif dan integratif, terbagi menjadi dua program studi utama:
- Jurusan Qira’at (شعبة القراءات القرانية): Berfokus pada pemahaman mendalam tentang qira’at, dengan penekanan pada sanad yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.
- Jurusan Studi Al-Qur’an (شعبة الدراسات القرانية): Menitikberatkan pada kajian Ulum Al-Quran dan Bahasa Arab.
Sistem pembelajaran di ma'had ini menerapkan standar akademik yang ketat dan terstruktur. Metode tradisional berbasis turats dipadukan dengan pendekatan teoritis modern di ruang kuliah, demi menjaga kualitas lulusannya. Proses pendidikan terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu jenjang sarjana (sulk al-ijazah) yang ditempuh dalam empat tahun, dan jenjang magister (sulk al-master) yang ditempuh dalam dua tahun.
Untuk dapat bergabung dengan Ma’had Mohammed VI, calon mahasiswa harus melalui seleksi yang sangat ketat, dengan salah satu syarat utama adalah telah menghafal Al-Qur’an 30 juz secara sempurna. Proses pembelajaran dipimpin langsung oleh para asatidzh dan ulama terbaik di bidang spesialisasi masing-masing.
Beberapa ulama besar Maroko memiliki kontribusi dan hubungan erat dengan ma'had ini, antara lain:
- Syaikh Muhammad Al-Sahabi: Beliau adalah pengajar utama ilmu qira’at di Ma’had Mohammed VI, sekaligus ditunjuk oleh Kementrian Wakaf dan Urusan Islam Maroko untuk mengampu Kursi Ilmiyah Imam Nafi’. Syaikh Al-Sahabi juga memimpin Madrasah Ibnu Al-Qadhi, sebuah lembaga tradisional yang mencetak hafizh Al-Qur’an bersanad qira’at sab’ah dan asy’rah. Selain itu, beliau aktif sebagai Anggota Komite Ilmiah untuk penerbitan mushaf Al-Qur’an, bertugas memeriksa, meneliti rasm, dan memvalidasi percetakan Al-Qur’an sesuai standar Maroko.
- Syaikh Al-Allamah Al-Muqri’ Maulay Mustofa Al-Bahyawi: Beliau diakui sebagai salah satu rujukan utama dalam Dhabt (metodologi penulisan mushaf) dan dipercaya oleh pemerintah Maroko untuk memegang kursi ilmiah Imam ibn Atiyyah dalam bidang tafsir.
Tahun ini, kabar gembira datang bagi para penghafal Al-Qur’an di Indonesia. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhasil menjalin diplomasi internasional dan kerja sama atau MoU dengan Ma’had Muhammad VI Lil Qira’at Wa Dirasah Qur’aniyah. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan program studi, penelitian akademik, serta pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai implementasi nyata dari kesepakatan tersebut, Muhammadiyah kini secara resmi membuka jalur pendaftaran beasiswa bagi kader-kader muda penghafal Al-Qur’an untuk melanjutkan studi S1 di ma'had ini. Program beasiswa ini merupakan kontribusi Muhammadiyah dalam mencetak ulama ahli Al-Qur’an dan Qira’at yang matang dalam memahami keilmuan klasik Islam dan metodologi riset modern, guna menjawab tantangan umat di masa kini dan masa depan. Informasi lebih lanjut terkait program beasiswa ini dapat diakses melalui akun Instagram @pcimmaroko.





