Dua Tim Unismuh Raih Juara II dan III PKP2 PKM-PTMA 2026

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar meraih Juara II dan Juara III pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PKP2 PKM-PTMA) 2026, Sabtu, 29 Agustus 2026. Penghargaan diperoleh melalui pengembangan aplikasi penerjemah bahasa isyarat dan penelitian bahan pengikat berbasis limbah cangkang sawit.
Juara II diraih pada skema PKM Karsa Cipta (PKM-KC), sedangkan Juara III diperoleh pada skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE). Kegiatan diselenggarakan Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA untuk mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah penerima pendanaan PKM 2026.
Selain memberikan penghargaan, forum tersebut mengevaluasi perkembangan program sebelum tim mengikuti PKP2 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan demikian, capaian kedua tim merupakan hasil penilaian di lingkungan PTMA, sementara penilaian kementerian menjadi tahapan berikutnya yang masih dipersiapkan.
Aplikasi komunikasi dan riset material pesisir
Tim PKM-KC dipimpin Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum. Mereka mengembangkan aplikasi pada perangkat bergerak yang dirancang untuk menerjemahkan bahasa isyarat secara dua arah. Sistemnya menggabungkan pelacakan dan pengenalan gerakan dengan kemampuan mengubah teks menjadi suara.
Pengembangan aplikasi diarahkan untuk membantu komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dan masyarakat umum. Persoalan akses komunikasi menjadi dasar sosial dari karya tersebut, sementara pemanfaatan perangkat bergerak menjadi pendekatan teknologi yang dipilih tim.
Adapun tim PKM-RE yang diketuai Muhammad Risman meneliti pemanfaatan limbah cangkang sawit sebagai bio-binder pada mortar prefabrikasi. Penelitian memusatkan perhatian pada ketahanan material dan konduktivitas termalnya ketika berhadapan dengan kondisi lingkungan pesisir yang agresif.
Gagasan riset itu menghubungkan pemanfaatan limbah dengan kebutuhan pengembangan bahan konstruksi. Penghargaan Juara III diberikan atas program riset tersebut. Laporan Khittah.co belum menyajikan angka hasil uji ketahanan material maupun konduktivitas termal, sehingga manfaat teknisnya belum dapat dinyatakan sebagai kinerja yang sudah terukur dalam penggunaan umum.
Masukan penilai untuk tahap berikutnya
Ketua Divisi Pengembangan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Unismuh Dian Pramana Putra menyatakan hasil penilaian akan dipakai untuk memperbaiki pelaksanaan program. Pendampingan berikutnya mencakup penguatan substansi, pemeriksaan luaran dan data, serta kesiapan mahasiswa mempresentasikan hasil kerja secara ilmiah.
Menurut Dian, proses PKP2 membantu pembina dan mahasiswa mengenali bagian yang sudah kuat serta bagian yang masih perlu disempurnakan. Penghargaan menjadi salah satu capaian, sedangkan tindak lanjut terhadap catatan penilai tetap diperlukan sebelum menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Unismuh Nenny mengapresiasi mahasiswa dan para pembina. βDua capaian ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa dapat menghasilkan prestasi ketika didukung oleh proses pembinaan yang konsisten,β ujarnya, seperti dikutip Khittah.co.
Nenny menilai PKM memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengenali masalah, merancang gagasan, melakukan penelitian, dan bekerja dalam kelompok. Kemampuan menyampaikan hasil secara ilmiah juga menjadi bagian dari proses tersebut. Ia berharap capaian kedua tim mendorong keterlibatan mahasiswa lain dalam PKM dan kompetisi akademik.
Wakil Rektor yang membidangi Kemahasiswaan Mawardi Pewangi meminta tim melanjutkan penyempurnaan data dan luaran. Ia melihat tema komunikasi bahasa isyarat serta penggunaan limbah sebagai bahan konstruksi dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pengembangan karya perlu terus diarahkan pada manfaatnya.
Rektor Unismuh Rakhim Nanda menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pendamping, LPKA, dan pihak yang terlibat sejak penyusunan ide sampai pelaksanaan program. Ia mendorong pendidikan tinggi menghasilkan riset dan inovasi yang berhubungan dengan persoalan masyarakat.
Bagi kedua tim, pekerjaan selanjutnya adalah menindaklanjuti evaluasi dan menyiapkan penilaian kementerian. Aplikasi bahasa isyarat masih perlu dikembangkan menuju manfaat komunikasi yang diharapkan, sementara riset bio-binder melanjutkan pembuktian ilmiah atas alternatif material yang diteliti.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





