LBSO 'Aisyiyah Sulsel dan Kodam Hasanuddin Hidupkan Literasi Anak di CFD Makassar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 26 Juli 2026 - Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sulawesi Selatan bersama Kodam XIV/Hasanuddin memanfaatkan kawasan Car Free Day Boulevard Makassar sebagai ruang literasi anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026. Kegiatan yang digelar pada Minggu pagi itu menghadirkan lapak baca, sesi mendongeng, dan lomba mewarnai yang menyedot antusiasme anak-anak serta orangtua.
Sejak pagi, area kegiatan dipenuhi keluarga yang datang untuk mengikuti aktivitas membaca dan bermain. Anak-anak terlihat memilih buku cerita, mendengarkan kisah-kisah inspiratif, lalu menyalurkan kreativitas melalui lomba mewarnai. Suasana yang terbuka dan akrab membuat kegiatan ini tidak terasa sebagai acara seremonial, tetapi sebagai pengalaman belajar yang dekat dengan keseharian warga.
Kegiatan tersebut mengusung tema nasional Hari Anak, "Anak Terlindungi, Indonesia Maju". Bagi penyelenggara, tema itu diterjemahkan ke dalam aksi konkret berupa penyediaan ruang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak untuk bertumbuh. Literasi dipilih sebagai pintu masuk karena dianggap menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter, daya nalar, dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Sitti Aida Azis, M.Pd, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, momentum itu harus dipakai untuk mengingatkan semua pihak bahwa anak mempunyai hak atas pendidikan, ruang bermain yang sehat, dan lingkungan yang mendorong tumbuhnya minat baca.
Ia berharap anak-anak semakin akrab dengan buku sejak usia dini. Dalam pandangannya, kebiasaan membaca tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk kepekaan, imajinasi, kemampuan berpikir, serta karakter yang kuat. Karena itu, aktivitas sederhana seperti lapak baca dan dongeng di ruang publik dinilai punya dampak strategis jika dilakukan secara berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Kodam XIV/Hasanuddin memberi dimensi tambahan pada kegiatan ini. Kehadiran unsur TNI tidak hanya menjadi bentuk dukungan kelembagaan, tetapi juga diposisikan sebagai bagian dari edukasi nilai disiplin, cinta tanah air, keberanian, dan semangat meraih cita-cita. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa penguatan tumbuh kembang anak dapat melibatkan berbagai elemen sosial, bukan hanya keluarga dan sekolah.
Pemilihan lokasi di kawasan CFD Boulevard Makassar pun dinilai tepat karena menjadi titik berkumpul masyarakat setiap akhir pekan. Dengan memanfaatkan ruang publik yang ramai, gerakan literasi bisa menjangkau lebih banyak keluarga secara langsung. Strategi ini memperlihatkan bahwa promosi budaya baca tidak harus menunggu ruang formal, tetapi bisa hadir di titik pertemuan warga.
Selain memberi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi pesan bagi orangtua agar lebih aktif mendampingi anak dalam proses membaca dan belajar. Literasi, menurut penyelenggara, tidak bisa dibebankan hanya pada sekolah. Kebiasaan membaca tumbuh kuat ketika keluarga ikut menyediakan waktu, perhatian, dan teladan dalam keseharian.
Sesi mendongeng yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk menyampaikan nilai kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat belajar. Pilihan format ini penting karena cerita memungkinkan pesan moral sampai kepada anak dengan cara yang lebih hangat dan mudah diterima dibanding nasihat formal.
Lomba mewarnai melengkapi suasana kegiatan dengan memberi ruang bagi ekspresi visual dan keberanian anak menunjukkan karya. Aktivitas ini sederhana, tetapi efektif membangun rasa percaya diri serta kebiasaan berpartisipasi dalam kegiatan positif di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, LBSO PWA Sulawesi Selatan dan Kodam XIV/Hasanuddin ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus diisi dengan aksi yang memberi manfaat langsung. Gerakan membaca, belajar, dan berkarya sejak dini dipandang sebagai jalan yang realistis untuk menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, kreatif, dan lebih siap memikul tanggung jawab sosial di masa depan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





