Konservasi Pujon Hill UMM Hasilkan Mata Air Baru, Perkuat Ekosistem dan Kesejahteraan Warga

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat keberhasilan signifikan dalam upaya konservasi lingkungan melalui pengelolaan kawasan Pujon Hill. Inisiatif ini berbuah manis dengan kemunculan sumber mata air baru di area tersebut, sekaligus memperkuat peran ekologis kawasan sebagai daerah tangkapan air vital bagi masyarakat sekitar.
Tatag Muttaqin, Staf Ahli Pujon Hill, menjelaskan bahwa kawasan hutan pendidikan yang dikelola secara berkelanjutan ini berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Pujon Hill, yang berstatus Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK), tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi model pengelolaan hutan berbasis konservasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. "Berbagai program rehabilitasi lahan, revegetasi, serta penanaman tanaman tahunan dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air," ungkap Tatag pada Sabtu (20/6).
Pengelolaan terpadu di kawasan tersebut telah meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Kondisi ini secara langsung memicu munculnya sumber mata air baru yang memberikan manfaat konkret bagi kebutuhan air masyarakat di sekitar Pujon, Kabupaten Malang, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan daerah tersebut.
Keberhasilan UMM ini selaras dengan komitmen persyarikatan dalam mendorong pelestarian ekosistem air. Berbagai inovasi yang dikembangkan kampus tersebut sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan internasional, termasuk penunjukan UMM sebagai mitra strategis UNESCO dalam program keberlanjutan ekosistem air. Pengakuan ini diberikan atas kontribusi UMM dalam konservasi lingkungan, pengelolaan daerah resapan air, serta pengembangan teknologi yang mendukung keberlanjutan sumber daya air.
Selain aspek lingkungan, pengembangan Pujon Hill juga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH), warga sekitar dilibatkan dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian hutan, pemanfaatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Keberadaan sumber mata air baru di Pujon Hill menjadi bukti nyata bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan manfaat signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. Tatag Muttaqin menambahkan, "Model pengelolaan yang dikembangkan UMM menunjukkan bahwa pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pendidikan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pembangunan berkelanjutan."





