KH. Sudirman PDM Makassar Serukan Muhasabah dan Hijrah Sambut Tahun Baru Hijriah

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, melainkan sebuah momentum krusial bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan ini disampaikan oleh KH. Sudirman, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, dalam Pengajian Bulanan Majelis Tabligh PDM Kota Makassar.
Pengajian tersebut berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Masjid Darul Muttaqin, BTN Minasa Upa Blok A, Kota Makassar. Dalam ceramahnya, KH. Sudirman menjelaskan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi penanda Tahun Baru Hijriah, adalah perjalanan penuh pengorbanan, keimanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
"Memasuki tahun baru Hijriah, setiap Muslim perlu menjadikannya sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT," ujarnya.
Ia menguraikan empat langkah fundamental yang harus dilakukan oleh seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, yaitu Muhasabah, Mujahadah, Muraja'ah, dan Muhajarah (Hijrah).
Pertama, Muhasabah, adalah proses mengevaluasi dan mengintrospeksi diri atas amal perbuatan yang telah dilakukan. KH. Sudirman mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, yang menyeru orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuat sebagai bekal hari esok. "Muhasabah mengajarkan kita untuk selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah selama setahun terakhir kualitas ibadah kita semakin baik, apakah hubungan dengan keluarga semakin harmonis, dan apakah kontribusi kita kepada masyarakat semakin meningkat," jelasnya. Ia juga mengingatkan pesan Khalifah Umar bin Khattab RA, "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab." Kesadaran ini, menurutnya, akan menumbuhkan kerendahan hati dan kebutuhan untuk memohon ampunan Allah SWT.
Langkah kedua adalah Mujahadah, yaitu bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan melawan hawa nafsu. Mengutip QS. Al-Ankabut ayat 69, ia menegaskan bahwa Allah akan menunjukkan jalan kepada mereka yang bersungguh-sungguh mencari rida-Nya. "Perubahan tidak cukup hanya dengan keinginan, tetapi harus dibuktikan dengan kesungguhan menjaga shalat, memperbanyak tilawah Al-Qur'an, menjaga lisan, menjauhi maksiat, dan meningkatkan amal saleh," tegasnya.
Selanjutnya, Muraja'ah, adalah meninjau kembali perjalanan hidup, ilmu, amal, serta tujuan yang telah ditetapkan. Melalui muraja'ah, seorang Muslim dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas dan cita-cita hidupnya selaras dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ia mengajak jamaah untuk terus bertanya, apakah ibadah semakin baik, amanah telah ditunaikan dengan benar, serta sejauh mana kontribusi kepada dakwah dan kemaslahatan umat.
Adapun langkah keempat, Muhajarah atau Hijrah, berarti berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, melainkan perubahan hati dan perilaku. Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, ia menyampaikan bahwa seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah SWT. "Hijrah yang paling utama adalah hijrah dari kemalasan menuju semangat, dari kelalaian menuju ketaatan, dari maksiat menuju amal saleh, dari permusuhan menuju persaudaraan, dan dari kebodohan menuju ilmu," paparnya.
KH. Sudirman menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriah 1448 H adalah waktu yang tepat untuk memperbarui komitmen keimanan. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak muhasabah, meningkatkan mujahadah, melakukan muraja'ah, serta mewujudkan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Mengakhiri ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memohon pertolongan Allah SWT agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik. "Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal-amal kita, dan meneguhkan langkah kita di jalan-Nya. Ya Allah, jadikanlah akhir kehidupan kami sebagai kehidupan yang terbaik, dan jadikan hari-hari kami yang akan datang lebih baik daripada hari-hari yang telah berlalu. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin," pungkasnya.
Pengajian ini dihadiri oleh Ketua PDM Makassar, Ketua PCM Minasa Upa Makassar, perwakilan PCM dan PRM, organisasi otonom (Ortom), para mubalig kota Makassar, pengurus masjid se-kota Makassar, serta warga dan simpatisan Muhammadiyah.

