Ketua PP Muhammadiyah: Ajaran Kiai Dahlan Tekankan Pentingnya Waktu dan Semangat Al Ashr

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais, mengingatkan kembali urgensi waktu bagi setiap muslim, terutama warga Persyarikatan Muhammadiyah. Penekanan ini berakar pada ajaran Kiai Ahmad Dahlan yang secara konsisten menekankan pentingnya manajemen waktu. Pesan tersebut disampaikan Dahlan Rais dalam Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten pada Ahad (14/6).
Dahlan Rais menjelaskan bahwa Kiai Ahmad Dahlan tidak hanya dikenal dengan teologi Al Ma'un, tetapi juga teologi Al Ashr yang terinspirasi dari semangat Surat Al Ashr. Ia menyoroti perbedaan durasi pengajaran kedua surat tersebut oleh Kiai Dahlan. Jika Surat Al Ma'un diajarkan selama beberapa minggu, Surat Al Ashr justru diajarkan hingga delapan bulan lamanya.
"Jadi Sang Kiai kita itu seorang yang futuristik, seseorang yang sangat memahami bahwa pesan waktu itu sedemikian penting," ujar Dahlan Rais.
Merujuk pada pandangan Imam Syafii, Dahlan Rais menambahkan bahwa Surat Al Fatihah dan Al Ashr sudah sangat memadai bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Pernyataan ini menegaskan signifikansi kedua surat tersebut tanpa mengurangi penghormatan terhadap surat-surat lainnya dalam Al-Qur'an.
Pentingnya Surat Al Ashr tidak hanya diserap substansinya, melainkan juga diterapkan secara harfiah dalam keseharian Persyarikatan. Setiap kali rapat tertutup di lingkungan Muhammadiyah selesai, pembacaan Surat Al Ashr selalu menjadi bagian dari penutupnya.
"Hargai waktu, ingat waktu. Waktu itu sesuatu yang tidak bisa kembali. Kalau kita hutang masih bisa mengembalikan. Tapi kalau kita hutang waktu kita tidak bisa mengembalikan," tegasnya.
Dalam kesempatan Pengajian Ahad Pagi yang mayoritas jemaahnya adalah para orang tua, Dahlan Rais juga menyampaikan bahwa tidak ada batasan usia dalam menuntut ilmu. Ia menekankan agar tidak ada rasa malu untuk terus belajar, meskipun sudah berumur.





