Ketua PP Muhammadiyah Ajak Wujudkan Cinta NKRI Melalui Silaturahmi dan Amal Nyata

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan sukses menyelenggarakan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) ke-12. Acara yang berlangsung khidmat di Lapangan Volybal Gerangan, Sriwedari, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa, 16 Juni tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, sebagai penceramah utama.
Dalam ceramahnya, Agus Taufiqurrahman mengapresiasi penyelenggaraan SKBM ini sebagai momentum penting untuk menjaga tali silaturahmi antar sesama umat muslim, khususnya di kalangan warga Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya menyambung tali persaudaraan, mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa pemutus silaturahmi tidak akan masuk surga. Sebaliknya, ia menambahkan, barang siapa yang suka membangun tali silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
Agus juga menyoroti gerakan dakwah inovatif yang digerakkan oleh warga Desa Sriwedari, yaitu Gegem atau Gerakan Gerangan Mengaji. Gerakan ini dinilai luar biasa karena menerapkan pembagian kelompok spesifik, meliputi orang tua, anak muda, dan anak-anak TPA, sehingga materi dakwah yang disampaikan lebih relevan dan tepat sasaran. Menurutnya, "Spirit Gegem ini tentu dapat mengurangi eksposur dari penggunaan smartphone secara berlebihan yang kemudian menjadikan orang itu kemudian dapat berkomunikasi secara real lagi."
Lebih lanjut, Agus Taufiqurrahman membagikan informasi mengenai perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tingkat nasional. Di sektor kesehatan, Muhammadiyah telah melakukan groundbreaking Pabrik Infus Suryavena Farma Indonesia di Malang, Jawa Timur. Sementara di sektor industri, tengah dipersiapkan rencana kerja sama pembuatan motor listrik yang melibatkan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dengan memanfaatkan potensi lulusan SMK Muhammadiyah yang memiliki konsentrasi di bidang mesin dan otomotif.
Menjelaskan pilar ekonomi, Agus mengingatkan kembali amanat Muktamar Muhammadiyah di Makassar yang menekankan gerakan ekonomi umat. Tujuannya adalah mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian bangsa. Ia mengutip sabda Rasulullah, "Kenapa umat harus diberdayakan? Karena rasul sendiri mengatakan bahwa ketika orang itu fakir (sengsara) hidupnya, maka sangat mudah untuk dibikin jadi kafir. Nah, ini yang tidak boleh kita biarkan."
Agus juga menyinggung sektor pertambangan, di mana lebih dari empat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) memiliki program studi pertambangan. Ia menegaskan, "Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa seluruh hasil bumi itu nantinya digunakan untuk kemaslahatan umat, untuk membangun bangsa dan negara kita bukan untuk keuntungan para pimpinan."
Menutup ceramahnya, Agus Taufiqurrahman mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat silaturahmi, dakwah, dan pemberdayaan umat sebagai fondasi kemajuan bersama. Ia menegaskan bahwa kecintaan Muhammadiyah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus senantiasa diwujudkan melalui karya dan amal nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.





