Ketua PP Muhammadiyah Ajak Manfaatkan Sisa Umur untuk Kemaslahatan Umat

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mengajak umat Islam untuk memaknai sisa usia sebagai kesempatan menebar kemaslahatan bagi sesama. Pesan ini disampaikan Agus dalam Khutbah Jumat di Masjid At-Tanwir, Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).
Agus Taufiqurrahman mengawali khotbahnya dengan merujuk pada sebuah hadis riwayat at-Tirmidzi. Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa sosok paling cerdas adalah "ia yang banyak ingat akan kematian, maka ia akan mempersiapkan kehidupan sudah kematian dengan baik." Menurut Agus, substansi hadis ini menekankan keterbatasan kehidupan dunia.
"Tidak satu pun di antara kita yang mengetahui kapan batas waktu dipanggil oleh Allah," ujar Agus. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur'an secara pasti menyebutkan bahwa semua akan mati, dan ketika saat itu tiba, tidak ada yang mampu mengundur waktunya. Ajal, lanjutnya, adalah rahasia Allah yang kedatangannya tidak terduga, sehingga kesiapan menghadapinya menjadi pilihan mutlak.
Meskipun kematian adalah kepastian, kehidupan di dunia harus dijalankan sebaik-baiknya, namun tanpa melupakan akhirat yang abadi. "Dunia ini harus kita jadikan kehidupan yang baik. Tetapi kita diingatkan bukan tempat tinggal selama kita ini di dunia. Dunia bukan tempat tinggal selamanya, tapi dunia ini adalah tempat yang akan kita tinggalkan," jelas Agus.
Oleh karena itu, setiap manusia tentu mengharapkan husnul khatimah atau akhir yang baik. Kualifikasi husnul khatimah dapat diukur dari seberapa besar seseorang gemar menyemai kemaslahatan selama hidupnya di dunia.
Agus Taufiqurrahman kemudian mengajak jamaah untuk berefleksi. "Saat ini kita di posisi telah memberi kemanfaatan apa kepada orang-orang di sekitar kita? Telah memberi kemanfaatan kepada orang-orang yang membutuhkan lewat jalur diri kita. Karena Allah menitipkan itu kepada kita," tekannya. Ia menegaskan bahwa segala hal yang dimiliki adalah kesempatan untuk memberi kemanfaatan bagi sesama.
Mengakhiri khotbahnya, Agus mendorong agar sisa waktu yang ada dimanfaatkan untuk mereformasi diri dan terus berefleksi tentang kontribusi kemaslahatan yang telah diberikan. "Mari kita berusaha dengan sungguh-sungguh. Di saat Allah memberi kesempatan hidup di dunia ini, kita terus memberi kemanfaatan," pungkas Agus.





