Inovasi Pencegahan Bullying: Dosen UNIMEN Raih Doktor UNM, Kembangkan Model Konseling Berbasis AIK

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 20 Juli 2026 - Muliyadi, seorang dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), secara resmi menyandang gelar doktor dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM). Pencapaian ini diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berfokus pada pengembangan model bimbingan konseling kelompok. Model tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap perilaku perundungan atau bullying di lingkungan perguruan tinggi.
Sidang promosi doktor berlangsung di Ruang AD 402 Pascasarjana UNM. Disertasi yang dipresentasikan Muliyadi berjudul "Pengembangan Model Bimbingan Konseling Kelompok Berbasis Nilai Pendidikan Kemuhammadiyahan untuk Meningkatkan Kesadaran Perilaku Bullying Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus perundungan di berbagai jenjang pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Muliyadi berpendapat bahwa penanganan bullying tidak cukup hanya dengan penegakan aturan, tetapi harus dibarengi dengan pembinaan karakter yang terintegrasi dalam layanan bimbingan dan konseling.
Dalam kesempatan tersebut, Muliyadi menjelaskan urgensi penelitiannya. "Kasus bullying masih menjadi persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Model bimbingan konseling kelompok ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa sekaligus mempersempit potensi terjadinya perilaku bullying," ujarnya. Ia menambahkan, model yang dikembangkannya secara khusus mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam proses konseling kelompok. Pendekatan ini bertujuan untuk membimbing mahasiswa memahami dampak negatif bullying, menumbuhkan empati, memperkuat rasa tanggung jawab sosial, serta membangun budaya akademik yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Menurutnya, integrasi nilai AIK dalam layanan bimbingan dan konseling sangat relevan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan karakter dan mencegah perilaku perundungan di kalangan mahasiswa.
Disertasi Muliyadi dibimbing oleh Prof. Abdullah Pandang sebagai promotor dan Prof. Abdullah Sinring sebagai ko-promotor. Keduanya sepakat bahwa model yang dihasilkan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan sebagai inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling guna mencegah bullying di institusi pendidikan. Tim penguji dalam sidang promosi doktor tersebut meliputi Dr. Sahril Buchari, Dr. Suciani Latif, Dr. Muhammad Akil Musi, dan Prof. Risma Niswaty sebagai penguji internal, serta Dr. Aliem Bahri sebagai penguji eksternal.
Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang, Dr. Syawal Sitonda, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan akademik Muliyadi. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan cerminan komitmen UNIMEN dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing institusi. "Selamat kepada Dr. Muliyadi atas capaian akademik ini. Bertambahnya dosen bergelar doktor menunjukkan komitmen UNIMEN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju perguruan tinggi yang unggul," kata Syawal. Syawal Sitonda juga berharap agar hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, melainkan dapat diterapkan secara nyata dalam layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi maupun sekolah. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari praktik perundungan.
Dengan pencapaian ini, Muliyadi menjadi doktor ke-25 yang dimiliki UNIMEN. Keberhasilan ini juga turut memperkuat budaya riset di lingkungan kampus, khususnya penelitian yang berorientasi pada solusi atas persoalan nyata di masyarakat melalui inovasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





