Hari Bermuhammadiyah di Ponorogo: Memperkuat Pilar Ekonomi dan Memupuk Ukhuwah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - PONOROGO, Hari Bermuhammadiyah yang digelar di berbagai tingkatan persyarikatan tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan siraman rohani, namun juga menjadi motor penggerak signifikan bagi roda ekonomi umat. Peran ganda ini kembali ditekankan dalam gelaran Hari Bermuhammadiyah Gembira Ponorogo di Kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) pada Ahad (5/7).
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan seperti Hari Bermuhammadiyah atau pengajian Ahad pagi kini kerap diwarnai dengan pameran, bazar, dan penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kenapa?, karena salah satu pilar yang ditetapkan muktamar di Makassar adalah ekonomi," tegas Jamaludin Ahmad, menyoroti pentingnya aspek ekonomi dalam gerakan Muhammadiyah.
Jamaludin berharap, Hari Bermuhammadiyah dapat terus diselenggarakan di setiap jenjang kepemimpinan, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting. Menurutnya, puncak dari semangat Hari Bermuhammadiyah akan terlihat saat muktamar. "Di muktamar itulah kita bisa melihat gembiranya warga Muhammadiyah. Ada ekonomi, ada apa saja tumpah ruah di situ," tambahnya, menggambarkan semarak kegiatan ekonomi dan kebersamaan di ajang tertinggi Muhammadiyah.
Di sisi lain, keberadaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai sektor juga berperan besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga manfaat kehadiran Muhammadiyah dapat dirasakan secara nyata oleh umat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Muhammad Syafrudin, menambahkan bahwa Hari Bermuhammadiyah bagi warga persyarikatan bukan sekadar ajang tholabul ilmi (menuntut ilmu), melainkan juga tholabul ukhuwah (menjalin persaudaraan). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa momen ini krusial untuk memutar roda ekonomi dan bisnis milik warga Muhammadiyah. "Alhamdulillah laporan yang saya baca dari teman-teman panitia hari ini ada 39 stan, 16 dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah, kemudian selebihnya adalah dari amal usaha kita," ungkap Syafrudin, mengajak warga untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini turut disampaikan oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Ia menilai Muhammadiyah senantiasa menghadirkan program-program istimewa, baik dari proses pelaksanaannya maupun hasil yang dicapai. "Kami seperti sedang menyaksikan potret kecil Muhammadiyah di Ponorogo di sini. Gerakan dakwahnya, amal usahanya, lembaga pendidikannya, hingga gerakan sosialnya terpotret di sini," puji Lisdyarita, menggambarkan komprehensifnya peran Muhammadiyah di Ponorogo.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





