Haedar Nashir Tekankan Dakwah Muhammadiyah Hadirkan Solusi di Tengah Masyarakat

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menggarisbawahi urgensi dakwah Muhammadiyah yang adaptif dan mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Penekanan ini disampaikan saat menerima silaturahmi pengurus Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Yogyakarta pada Sabtu, 20 Juni.
Dalam pertemuan tersebut, LDK PWM Jawa Tengah memaparkan berbagai program dakwah inovatif yang telah mereka jalankan. Program-program ini mencakup pendampingan mualaf di wilayah pedalaman, pembinaan mantan narapidana terorisme (eks napiter), serta penguatan dakwah melalui komunitas-komunitas khusus, seperti BikersMu yang merupakan wadah bagi pecinta otomotif Muhammadiyah.
Selain itu, LDK PWM Jawa Tengah juga aktif mengembangkan pendekatan dakwah kultural melalui media seni dan budaya, salah satunya dengan menggelar pertunjukan wayang kulit di daerah pelosok. Strategi ini merupakan upaya untuk mendekatkan dakwah dengan kehidupan masyarakat sekaligus menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Haedar Nashir memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan keberanian LDK PWM Jawa Tengah dalam mengembangkan model dakwah yang inklusif dan membumi. Ia menyoroti dinamika global dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat sebagai faktor pendorong bagi para pendakwah untuk terus berinovasi dalam metode dan pendekatan dakwah.
โDinamika global dan perkembangan teknologi menuntut para pendakwah untuk mengubah total pola pikir lama. Maka, dakwah Muhammadiyah harus menjadi dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, menenangkan, dan memberikan harapan kepada masyarakat,โ tegas Haedar.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan kehidupan. Oleh karena itu, dakwah Muhammadiyah perlu dikembangkan menjadi gerakan yang memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang rentan dan termarginalkan.
Haedar juga mendorong agar para pendakwah memperluas cakupan pelayanan sosial dengan menghadirkan berbagai bentuk pendampingan yang dibutuhkan masyarakat. Ini termasuk bantuan hukum, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas komunitas.
โMaka dakwah harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dengan membawa solusi, bukan sekadar menyampaikan ceramah,โ ujarnya.
Haedar berharap berbagai inovasi yang telah dilakukan LDK PWM Jawa Tengah dapat menjadi inspirasi bagi lembaga dakwah komunitas Muhammadiyah di berbagai daerah. Dengan pendekatan yang inklusif, memberdayakan, dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, dakwah Muhammadiyah diharapkan semakin mampu menghadirkan Islam yang berkemajuan sekaligus menjadi rahmat bagi seluruh lapisan masyarakat.





