Unismuh Makassar dan UTHM Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset Ketahanan Air Berkelanjutan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 7 Juli 2026 - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, melalui Fakultas Tekniknya, bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) sukses menggelar kuliah tamu internasional. Acara daring bertajuk "Water Resilience: Transforming Communities, Sustaining Futures" ini menjadi forum penting untuk mendiskusikan ketahanan sumber daya air dan mempererat kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia di bidang riset serta pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ilmiah ini diselenggarakan oleh UTHM melalui Institute for Social Transformation and Regional Development (TRANSFORM), dengan Unismuh Makassar berperan sebagai tuan rumah. Dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari kedua negara turut berpartisipasi, mendalami isu pengelolaan air di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Prof. Ts. Dr. Rabiah binti Ahmad, Deputy Vice-Chancellor (Research & Innovation) UTHM, membuka acara dengan menekankan urgensi sinergi antarkampus. Menurutnya, tantangan perubahan iklim menuntut kolaborasi dalam menghasilkan riset, inovasi, dan solusi konkret untuk pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Isu ketahanan air menjadi fokus utama dalam kuliah tamu ini, dipandang sebagai persoalan mendesak bagi masa depan kawasan. Pembahasan tidak hanya mencakup ketersediaan air, tetapi juga tata kelola yang efektif, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana seperti banjir dan kekeringan, serta kemampuan institusi untuk merumuskan kebijakan yang adaptif.
Sesi pertama menghadirkan Prof. Madya Ir. Dr. Mohd Adib bin Mohammad Razi dari Faculty of Civil Engineering and Built Environment UTHM. Dalam presentasinya yang berjudul "Water Resilience for Sustainable Living in an Uncertain Climate: Transforming Communities, Sustaining Futures," ia menguraikan pentingnya membangun ketahanan air melalui pendekatan adaptif, penguatan tata kelola sumber daya air, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian iklim. Mohd Adib menjelaskan bahwa konsep water resilience melampaui sekadar penyediaan air; ia mencakup kapasitas komunitas dan institusi untuk bertahan, menyesuaikan diri, serta pulih dari tekanan perubahan iklim yang berdampak pada sistem sumber daya air.
Selanjutnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, M.T., IPU, menyampaikan materi "Reimagining Water Management in the Era of Climate Change and Sustainable Development." Ia menggarisbawahi bahwa pengelolaan sumber daya air di masa mendatang memerlukan transformasi signifikan melalui integrasi teknologi, tata kelola yang adaptif, dan kolaborasi multipihak. Rakhim Nanda menegaskan bahwa tantangan pengelolaan air tidak dapat diatasi hanya oleh pemerintah atau akademisi; kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi prasyarat esensial untuk memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Sesi diskusi berlangsung hidup dan interaktif, dengan sejumlah peserta mengajukan pertanyaan. Topik yang dibahas meliputi perbedaan antara konsep water security dan water resilience, penerapan teknologi cerdas dalam pengelolaan air, serta peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia dalam mengatasi masalah banjir, kekeringan, dan peningkatan kebutuhan air.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., jajaran pimpinan fakultas, serta perwakilan Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan institusional terhadap upaya internasionalisasi dan perluasan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi mancanegara.
Dr. Irnawaty Idrus, Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unismuh Makassar, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kuliah tamu ini. Ia memandang forum tersebut bukan hanya sebagai agenda akademik, melainkan juga sebagai fondasi awal untuk memperluas kerja sama konkret antara kedua institusi. βKami mengucapkan terima kasih kepada UTHM melalui TRANSFORM atas kolaborasi yang telah terjalin dengan sangat baik bersama Unismuh Makassar. International Guest Lecture ini menjadi wadah yang strategis untuk memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia, membuka peluang penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi di bidang ketahanan air dan pembangunan berkelanjutan,β ujar Irnawaty.
Acara ditutup oleh Dr. Zahrul Akmal bin Damin, Director of the Institute for Social Transformation and Regional Development (TRANSFORM) UTHM. Dalam sambutan penutupnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta, seraya berharap forum ilmiah ini menjadi titik awal bagi kolaborasi yang lebih erat antara UTHM dan Unismuh Makassar di berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kuliah tamu internasional ini menegaskan komitmen UTHM dan Unismuh Makassar dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi. Inisiatif ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Ke depan, kedua institusi berharap kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, kuliah tamu, serta program akademik lain yang memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya air yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





