Haedar Nashir Dorong Tapak Suci Perkuat Kaderisasi dan Karakter Bangsa

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pembangunan padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat kaderisasi dan membangun peradaban, yang setiap pembangunannya harus berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan.
"Tidak pernah ada cerita membangun tidak berlanjut. Ketika batu pertama diletakkan, maka tidak lama kemudian, dalam proses pembangunan yang wajar, bangunan itu akan berdiri," ujar Haedar dalam Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Acara bertema "Dari Gerakan Dakwah Menuju Peradaban: Bersama Membangun Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah" tersebut berlangsung pada Sabtu (20/6) di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Mengacu pada konsep aqlun salim wa jismun salim, yang berarti akal yang sehat dan jasmani yang sehat, Haedar menegaskan bahwa kekuatan fisik, iman, dan kesalehan merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dalam membentuk kualitas manusia. Oleh karena itu, Tapak Suci sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus pada seni bela diri diharapkan terus menguatkan perannya.
"Kami terus berharap Tapak Suci memainkan perannya untuk meningkatkan usaha-usaha membangun fisik, mental, dan karakter generasi muda bangsa yang akan menjadi kekuatan masa depan Indonesia. Kita sudah berada di jalur yang benar untuk usaha-usaha tersebut," tutur Haedar. Upaya ini krusial untuk melahirkan kader bangsa yang cerdas, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pembentukan karakter berbasis iman dan akhlak, lanjut Haedar, harus berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi muda juga perlu memiliki orientasi sosial yang kuat serta semangat kebangsaan yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. "Maka pengembangan karakter berbasis iman dan akhlak perlu sejalan dengan saintek dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Di saat yang sama juga memiliki orientasi sosial yang tetap menumbuhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.
Haedar juga mengingatkan pentingnya meneladani warisan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang menekankan semangat memberi kepada sesama. "Dengan selalu memberi, memberi, dan memberi, maka kita dapat meringankan beban masyarakat, termasuk membantu tugas-tugas pemerintah tanpa terkontaminasi orientasi politik. Muhammadiyah bukan gerakan politik apalagi partai politik. Di situlah keleluasaan Muhammadiyah," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar turut mengimbau agar kader Muhammadiyah dan seluruh elemen bangsa tidak lengah menghadapi persaingan global, khususnya dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam euforia media sosial yang tidak produktif, yang kerap memicu kebencian dan kemarahan. "Muhammadiyah harus menjadi kekuatan pencerdas dan pencerah. Jika kita ikut mendirikan Republik ini, maka kita harus seperti ibu yang selalu memberi kasih sayangnya tanpa meminta balasan. Kesulitan apa pun harus kita hadapi bersama," tandasnya.
Acara di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Tapak Suci dalam membangun generasi unggul. Saat ini, Tapak Suci telah berkembang pesat di 24 negara dan diikuti oleh beragam kalangan, termasuk warga negara asing.
Dengan perkembangan tersebut, Haedar optimistis Tapak Suci dapat terus berkontribusi dalam membangun bangsa yang kuat secara fisik, kokoh dalam keimanan dan akhlak, serta mampu mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing global.





