FORTASI SMA Muhammadiyah 7 Makassar: Membentuk Karakter Islami dan Kesadaran Lingkungan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 22 Juli 2024 - SMA Muhammadiyah 7 Makassar baru-baru ini menyelenggarakan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) yang dirangkai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan selama dua hari ini mengusung tema "Bersama Kita Wujudkan Insan yang Cerdas dan Berkarakter", dengan fokus pada penguatan karakter Islami, penanaman kedisiplinan, serta edukasi tentang kepedulian lingkungan. Inisiatif ini bertujuan membekali siswa dengan nilai-nilai penting sebelum memulai perjalanan pendidikan mereka di sekolah.
Rangkaian FORTASI/MPLS dibuka secara resmi melalui upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Senin. Kepala SMA Muhammadiyah 7 Makassar, Sabri, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus meresmikan dimulainya kegiatan orientasi. Upacara tersebut seluruhnya dilaksanakan oleh siswa SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Keunikan lain terlihat dari pembawa acara yang memandu jalannya upacara menggunakan tiga bahasa-Indonesia, Arab, dan Inggris-dengan bimbingan guru mata pelajaran. Kemeriahan pembukaan turut diwarnai oleh penampilan atraksi Pencak Silat Tapak Suci dan demonstrasi Kepanduan Hizbul Wathan (HW), yang menjadi representasi pengembangan bakat serta ciri khas pendidikan karakter di sekolah Muhammadiyah.
Dalam amanatnya, Sabri menekankan bahwa FORTASI memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar pengenalan fisik sekolah. “FORTASI bukan sekadar pengenalan fisik sekolah, melainkan momentum awal pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai keislaman bagi calon pelajar Muhammadiyah,” tegasnya.
Setelah upacara pembukaan, para peserta didik baru mengikuti sesi perkenalan dengan jajaran guru dan siswa senior. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah. Selanjutnya, siswa menerima materi penting mengenai visi dan misi sekolah yang disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, tata tertib sekolah dari tim kesiswaan, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) yang dipaparkan oleh Novi. Sesi-sesi ini dirancang untuk memperkenalkan budaya sekolah dan membentuk karakter pelajar Muhammadiyah yang berakhlak mulia.
Pada hari kedua pelaksanaan, panitia menghadirkan narasumber eksternal, Lurah Rappokalling, untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Kehadiran perwakilan pemerintah setempat ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan siswa.
Dalam pemaparannya, Lurah Rappokalling menjelaskan secara rinci pentingnya mengenali berbagai jenis sampah, meliputi sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Pemahaman ini diharapkan menjadi fondasi bagi siswa untuk mengimplementasikan kebiasaan menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Ia juga mengajak siswa untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, seperti memanfaatkan barang bekas menjadi tempat sampah, membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya, hingga mendukung program Sedekah Sampah Jumat sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Selain itu, Lurah Rappokalling mendorong agar setiap ruang kelas dilengkapi dengan fasilitas tempat sampah yang memadai guna mendukung penerapan budaya hidup bersih secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Melalui seluruh rangkaian FORTASI/MPLS ini, SMA Muhammadiyah 7 Makassar menaruh harapan besar agar peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, namun juga dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademik, memiliki karakter Islami yang kuat, disiplin, serta menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





