FKLA Sulsel Matangkan Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan di Keuskupan Agung Makassar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 14 Juli 2026 - Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan kembali menggelar rapat pengurus bersama Panitia Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jalan MH Thamrin, Selasa, 14 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi lanjutan konsolidasi lintas lembaga agama menjelang pelaksanaan jalan sehat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Rapat tersebut menegaskan pola kerja bergilir yang sedang dibangun FKLA Sulsel. Setelah pertemuan sebelumnya dilangsungkan di Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah Sulselbara, agenda kali ini difasilitasi Keuskupan Agung Makassar. Perpindahan lokasi dari satu lembaga agama ke lembaga lain dipandang sebagai bentuk nyata dari semangat kebersamaan yang ingin dirawat FKLA, bukan sekadar simbol seremonial.
Sejumlah unsur lintas agama hadir dalam rapat ini, di antaranya Ketua FKLA Sulsel Prof KH Mustari Bosra, Sekretaris FKLA Sulsel Drs KH Hasid Hasan Palogai, perwakilan PGI Pendeta Adrie Massie, Pastor Albert dari Keuskupan Agung Makassar, serta unsur WALUBI, Permabudhi, PHDI, Matakin, dan panitia pelaksana. Kehadiran banyak unsur ini memperlihatkan bahwa persiapan kegiatan tidak berjalan secara sektoral, melainkan ditopang kerja bersama banyak komunitas keagamaan di Sulawesi Selatan.
FKLA Sulsel memfokuskan pembahasan pada pemantapan teknis dan arah kelembagaan kegiatan. Prof Mustari Bosra menekankan bahwa kesediaan berbagai lembaga agama menjadi tuan rumah rapat menunjukkan FKLA telah tumbuh sebagai ruang bersama yang aktif. Menurutnya, forum ini ingin membangun kebersamaan melalui perjumpaan langsung, kerja terkoordinasi, dan agenda kemanusiaan yang memiliki dampak riil bagi masyarakat.
Penilaian serupa disampaikan Sekretaris FKLA Sulsel, Drs KH Hasid Hasan Palogai. Ia melihat rapat di lingkungan Keuskupan Agung Makassar sebagai penegasan bahwa harmoni sosial hanya bisa dijaga jika semua unsur agama duduk bersama, saling mendengar, lalu bergerak dalam kerja kolaboratif. Dalam pandangannya, komitmen semacam itu merupakan modal sosial penting untuk merawat kerukunan dan mengurangi jarak antar komunitas.
Dari pihak tuan rumah, Pastor Albert menyatakan Keuskupan Agung Makassar terbuka menjadi bagian dari kerja bersama yang memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Sikap itu sejalan dengan tujuan FKLA yang ingin menghadirkan ruang perjumpaan lintas iman secara teratur, sehingga hubungan antarumat tidak berhenti pada dialog, tetapi berkembang menjadi aksi bersama yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pada sisi teknis, panitia mematangkan Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan sebagai kegiatan gratis dan terbuka untuk umum. Titik start dan finis direncanakan berada di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Ketua Panitia Hadisaputra melaporkan bahwa koordinasi peserta, dukungan lembaga lintas agama, penyiapan rute, serta hadiah dan doorprize sedang dituntaskan untuk menyambut ribuan peserta dari kalangan tokoh lintas agama, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini juga ditempatkan sebagai bagian dari semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Karena itu, FKLA Sulsel tidak memosisikan jalan sehat hanya sebagai agenda olahraga bersama. Forum ini ingin menjadikannya sebagai ruang memperkuat kesehatan sosial melalui perjumpaan, dialog, dan kolaborasi lintas iman, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk merawat harmoni dan menggerakkan kerja-kerja kemanusiaan di Sulawesi Selatan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





