Ensiklopedi Hadis At-Tanwir: Monumen Intelektual Muhammadiyah Sulsel

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan dalam penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir. Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menilai karya ini akan menjadi kontribusi bersejarah dalam pengembangan pemikiran keislaman Muhammadiyah, sekaligus melengkapi khazanah keilmuan Persyarikatan.
Irwan Akib, yang hadir dalam peluncuran agenda penyusunan ensiklopedi tersebut di Unismuh Makassar pada Selasa (16/6), menyatakan bahwa Ensiklopedi Hadis ini akan menjadi pelengkap vital bagi Tafsir At-Tanwir yang saat ini sedang digarap oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. "Tentu nanti akan melengkapi tafsir yang sementara digarap oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saya kira itu akan menjadi sebuah monumen bersejarah bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan," ujar Irwan. Ia menambahkan, istilah "At-Tanwir" dalam konteks Muhammadiyah merujuk pada semangat pencerahan, dan kedua karya ini-Tafsir At-Tanwir dan Ensiklopedi Hadis-merepresentasikan ikhtiar untuk memperkuat basis keilmuan Persyarikatan dari dua sumber pokok ajaran Islam, Al-Qur'an dan hadis.
Senada dengan Irwan Akib, Ketua PWM Sulawesi Selatan, Ambo Ase, mengungkapkan kebanggaannya atas proyek besar ini. Ia menyebut Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir sebagai karya monumental yang diikhtiarkan oleh Muhammadiyah Sulawesi Selatan untuk memperkuat khazanah keilmuan. "Hari ini kita akan meluncurkan sebuah karya monumental, karya yang besar, yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan," kata Ambo Ase. Ia juga menegaskan bahwa karya ini dirancang untuk mengimbangi dan melengkapi Tafsir At-Tanwir yang tengah disusun PP Muhammadiyah. "Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir ini adalah karya yang mengimbangi karya yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Tafsir At-Tanwir," tambahnya. Ambo Ase menjelaskan, ensiklopedi ini direncanakan terdiri atas empat jilid, yang masing-masing akan membahas akidah, akhlak, ibadah kepada Allah, dan muamalah duniawiah.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, turut menyoroti arti penting agenda penyusunan ensiklopedi hadis ini bagi Muhammadiyah. Menurutnya, jika di tingkat pusat terdapat Tafsir At-Tanwir, maka Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengambil peran melalui penyusunan ensiklopedi hadis dengan spirit yang sama. "Kalau di pusat ada At-Tanwir, di sini Pimpinan Wilayah ikut mengambil bagian dengan Ensiklopedi Hadis yang juga At-Tanwir namanya," terang Rakhim. Ia berharap kedua karya ini, Tafsir At-Tanwir dan Ensiklopedi Hadis At-Tanwir, kelak dapat berdampingan sebagai rujukan yang saling melengkapi dalam membimbing warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum. "Nanti ada dua pasang kitab yang saling berdampingan untuk memandu jalan warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya," imbuhnya.
Peluncuran agenda penyusunan ensiklopedi hadis ini diselenggarakan bertepatan dengan suasana Milad ke-63 Unismuh Makassar. Abd Rakhim Nanda menjelaskan, puncak Milad akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 melalui rapat senat luar biasa, yang akan menjadi forum penyampaian perkembangan kampus selama setahun terakhir. Ia menekankan bahwa Milad bukan sekadar seremoni, melainkan juga wadah untuk mempererat silaturahmi. Kehadiran agenda peluncuran ensiklopedi ini memberikan bobot intelektual tersendiri pada peringatan Milad tahun ini, menegaskan peran Unismuh Makassar sebagai pendukung gerakan keilmuan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dan memperlihatkan eratnya keterkaitan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan agenda intelektual Persyarikatan.





